Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Kondisi Terkini Kasus Covid-19 di Sragen: Tinggal Tangani 18 Kasus, Isolasi Terpusat Hampir Kosong

Kasus covid-19 di Kabupaten Sragen kini tinggal belasan kasus. Saat ini hanya tersisa 18 kasus aktif di Sragen. 

hearingreview
Ilustrasi virus corona. Muncul varian baru Covid-19 yaitu Lambda dan Kappa. Simak penjelasannya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kasus covid-19 di Kabupaten Sragen kini tinggal belasan kasus. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto mengatakan saat ini hanya tersisa 18 kasus aktif di Sragen

"Sekarang sudah kecil sekali, dulu sempat menangani 1500 lebih, sekarang tinggal 18," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Khasiat Wedang Kumplitan Boyolali, Dipercaya Bisa Cegah Corona: Kaya Rempah 

Baca juga: UPDATE Corona 10 Oktober 2021: Kasus Positif Tambah 894, Catat Rekor Terendah sejak Juni 2020

Delapan pasien di antaranya menjalani isolasi di rumah sakit, sedangkan 10 pasien menjalani isolasi mandiri. 

Isolasi terpusat di Techonpark Sragen yang berkapasitas ratusan orang, kini hanya terisi 8 pasien saja. 

Sedangkan, 2 pasien terpapar covid-19 kini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Kasus Corona Turun, Petani Ikan di Wonogiri Senang:  Mudah Dapat Oksigen untuk Pengiriman

Bahkan, tempat isolasi terpusat di bekas SD Kragilan di Kecamatan Gemolong kini telah kosong. 

Meski kini penularan sudah mampu dikendalikan, namun ruang isolasi di rumah sakit tetap akan dibuka. 

"Tidak ditutup, tenaga kesehatannya masih ada, mungkin  nanti jika tidak ada penambahan kasus covid-19 kita tarik menjadi tenaga vaksinator," terang Hargiyanto.

Baca juga: Sesumbar Bisa Basmi Virus Corona, Dukun Kondang Ini Malah Meninggal karena Terinfeksi Covid-19

Kini, kegiatan di tengah masyarakat mulai dilonggarkan. 

Agar tak terjadi lonjakan kasus covid-19 lagi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen akan terus melakukan  vaksinasi. 

"Antisipasinya dengan vaksinasi, kalau banyak yang sudah divaksin, maka bisa mengurangi penularan," pungkasnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved