Berita Klaten Terbaru

Nasib Seniman Ketoprak di Klaten, Pentas Sepi saat Pandemi Covid-19: Buka HIK untuk Sambung Hidup

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak kegiatan kesenian ditiadakan. Hal itu membuat para seniman terpaksa banting setir.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Seniman ketoprak Margono alias Letek (51) yang banting setir membuka angkringan di Klaten. 

Sementara itu, Supriyadi alias Jimbling mengatakan, hadirnya angkringan tersebut dari kesepakatan bersama antar seniman yang bernama seniman Gentayangan Budaya.

Dia menuturkan, kesepakatan tersebut ada yang sama-sama merasakan rasa susah saat pandemi berlangsung.

"Para seniman kian kesulitan ekonomi menyusul tanggapan pentas masih sepi, apalagi, mereka masih menanggung kebutuhan keluarga, hingga akhirnya kami buka angkringan ,” kata Jimbling.

Baca juga: Seniman di Boyolali Jual Properti Panggungnya di Pinggir Jalan, Dua Tahun Sepi Job

Jimbling mengatakan angkringan tersebut juga menjadi sumber pendapatan para seniman untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Terlebih saat ini mereka masih sepi pesanan pentas meski level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun ke level 2.

“Alhamdulillah dalam sepekan ini wajah teman-teman kami sudah tidak muram lagi, keluarganya juga mulai senang,” pungkas Jimbling.

Angkringan tersebut buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Menu yang disajikan di angkringan tersebut ada nasi kucing, gorengan, makanan ringan, berbagai jenis sate serta aneka minuman.

Namun, di warung tersebut terdapat menu andalan yakni minuman yang dibuat berbahan rempah-rempah seperti jahe, serai, cengkih, dan kayu manis. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved