Breaking News:

Pelaku Perjalanan Internasional Kini Wajib Jalani Masa Karantina 5 Hari Saat Datang ke Indonesia

Masa Karantina 5 Hari Berlaku untuk Semua Pelaku Perjalanan Internasional

Editor: Eka Fitriani
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Penumpang terlihat memakai masker saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (26/1/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan bahwa masa karantina selama lima berlaku untuk semua kedatangan internasional di Indonesia.

Selain itu, tidak hanya berlaku untuk kedatangan internasional di Bali dan Kepulauan Riau (Kepri) saja.

Masa karantina lima hari tersebut juga berlaku untuk kedatangan internasional melalui Jakarta dan Manado.

"Masa karantina (lima hari) tidak hanya berlaku di Bali atau Kepri, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, seperti PMI, TKA, ASN, WNI/WNA umum,” ujar Luhut, dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenko Marves, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Minta Maaf karena Panjat Tugu Triangulasi Merbabu, Rizky Harap Pendaki Lain Tak Ikuti Aksinya

Baca juga: Murid & Guru di Kalbar Menginap di Bukit Demi Dapat Sinyal Internet ANBK, Numpang Jaringan Malaysia

Luhut membeberkan bahwa kedatangan internasional lewat Jakarta dan Manado diperbolehkan bagi semua negara.

Termasuk di luar daftar 19 negara yang diizinkan memasuki pintu masuk perjalanan internasional di Bali dan Kepri.

Baca juga: Kabar Baik, Pemerintah Pertimbangkan Suporter Boleh Nonton di Stadion, tapi Luhut Ajukan Syarat Ini

Baca juga: Solo Masuk Peringkat Pertama Wilayah Rawan Peredaran Narkoba di Jawa Tengah

Sebanyak 19 negara negara yang dimaksud adalah Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein.

Selain itu juga Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Sebelumnya, Luhut menjelaskan, pemberian izin kepada 19 negara itu bukan tanpa alasan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved