Breaking News:

Viral

Cara Collector Pinjol Tagih Utang, Ancam Sebar Gambar Konten Porno hingga Nasabah Stres

Sebuah video yang memperlihatkan penggrebekan kantor pinjaman online ilegal beredar di media sosial.

Dok. Polres Metro Jakbar
Sindikat Pinjol Ilegal yang Ancam Keselamatan Warga Digerebek Polisi, Satu Ruko Berisi 13 Perusahaan 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan penggrebekan kantor pinjaman online ilegal beredar di media sosial.

Dilansir dari TribunBogor, Polda Metro Jaya menggerebek perusahaan pinjol pada Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Fakta Pendaki Merbabu Viral Bikin Geleng-geleng: Sadar Tak Etis, Tapi Tetap Nekat Lewat Jalur Ilegal

Puluhan pegawai sebuah perusahaan penyedia pinjaman online tak berkutik saat polisi melakukan penggrebekan.

Mereka terkejut dengan kedatangan polisi.

Penggrebekan kantor pinjol tersebut dilakukan polisi  merespon keresahan masyarakat terhadap maraknya praktik pinjaman online (pinjol) yang dijalankan fintech ilegal.

Collector pinjaman online (pinjol) di Ruko Crown Blok C1-C7, Green Lake City, Tangerang mengancam peminjamnya menggunakan konten pornografi.

Hal itu dilakukan agar peminjam yang telah membayar utang pinjol menjadi stres.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan perusahaan tersebut menaungi 13 aplikasi pinjol.

Sebagian besar aplikasi pinjol di perusahaan itu tak terdaftar di OJK.

"Terdapat 13 aplikasi yang digunakan perusahaan tersebut. Tiga di antaranya perusahaan legal dan 10 perusahaan lainnya ilegal," ungkap Yusri.

Dalam penggerebakan kali, Polisi mengamankan 32 orang yang berkantor di tujuh ruko dengan empat lantai tersebut.

"Lokasi akan di-police line dan akan didalami, karena cukup meresahkan, (kami) preventif dan penegakan hukum," katanya.

Menurut Yusri, Polisi juga mengamankan manajemen dan crew dari perusahaan pinjol itu.

Selanjutnya kata Yusri Yunus, Kepolisian akan mendalami peran masing-masing.

"Kita baru mengamakan sekarang termasuk manajemen perusahaan, ada crew yang akan kita lakukan pendalaman, nanti akan kami sampaikan setelah melakukan pendalaman," kata Yusri Yunus.

Menurut Yusri Yunus, collector pinjol tersebut kerap kali melakukan pengancaman pada nasabahnya.

"Yang jelas ada pengancaman, kata-kata tidak pantas," kata Yusri Yunus.

Malahan menurut Yusri, collector tersebut menagih lewat media sosial nasabah.

Selain kata-kata kasar dan tidak pantas, collector juga mengancam dengan konten pornografi.

"Contoh menagih collector melalui media sosial yang ada, kemudian kata-kata tidak pantas, dia memperlihatkan gambar-gambar pornografi, " kata Yusri Yunus.

Hal itu kata Yusri Yunus bertujuan untuk membuat nasabah yang telat melakukan pembayaran menjadi stres.

"Itu untuk membuat peminjam online stres dengan makian," kata Yusri Yunus seperti dikutip dari wawancara TvOneNews.

Selain itu collector juga menagih secara langsung.

Saat bertemu nasabahnya, kata Yusri, collector juga mengeluarkan kata-kata tidak pantas.

"Ada juga face to face langsung didatangi dia gunakan kalimat tidak pantas untuk menagih," kata Yusri Yunus.

Melansir Kompas.com Kombes Pol Yusri Yunus berujar, penggerebekan dilakukan lantaran kantor pinjol itu merugikan dan meresahkan masyarakat.

"Adanya satu kegiatan fintech P2P (peer-to-peer) lending atau pinjol di masa pandemi ini merugikan masyarakat dan sangat meresahkan masyarakat," ujar Yusri kepada awak media, Kamis.

Baca juga: Nasib Pria Viral Panjat Tugu Triangulasi Gunung Merbabu, Minta Maaf: Mengaku Tindakannya Tidak Etis 

Yusri menyatakan, pengguna jasa PT ITN banyak yang resah dan merasa dirugikan karena kantor itu menagih cicilan pinjol mereka menggunakan ancaman secara langsung, melalui telepon, atau media sosial.

Menurut Yusri, para korban akhirnya merasa stres dan tertekan lantaran sering ditagih dengan cara tersebut.

Berdasar pemeriksaan, kantor yang terletak di ruko empat lantai itu memiliki 13 aplikasi pinjol.

"Ada 13 aplikasi yang digunakan PT ini. Dari 13 aplikasi, ada tiga yang legal, tapi ada 10 yang ilegal," sebut Yusri.

Usai digerebek, kepolisian menyegel kantor yang beroperasi sejak tahun 2018 itu menggunakan garis polisi.

Selain menyegel kantor tersebut, lanjutnya, polisi juga mengamankan total 32 pegawai PT ITN.

Polda Metro Jaya membongkar pinjol ilegal di Ruko Crown Blok C1-C7, Green Lake City, Tangerang, pada Kamis (14/10/2021). (Mita Amalia Hapsari)
Polda Metro Jaya membongkar pinjol ilegal di Ruko Crown Blok C1-C7, Green Lake City, Tangerang, pada Kamis (14/10/2021). (Mita Amalia Hapsari) (Kompas.com/Mita Amalia Hapsari)

"Ada 32 orang yang kita amankan di lokasi ini. Akan kita bawa dan dilakukan pemeriksaan. Lokasi ini akan kita police line dan akan didalami semuanya," urai dia.

Yusri menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami berkait kerugian yang dialami oleh para korban yang ada.

"(Kerugian) masih kita dalami," katanya.

Baca juga: Viral Peraih Medali Emas PON Papua Pulang Naik Bus Umum, Ternyata Ingin Beri Kejutan ke Keluarga

Gerebek Pinjol di Jakbar

Sebelumnya, puluhan pegawai pinjaman online di Jakarta Barat tak berkutik saat kantor mereka digerebek polisi, Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, para pegawai pinjol itu sedang bekerja di depan komputer saat polisi melakukan penggerebekan.

Mereka hanya bisa terdiam di tempat duduknya masing-masing saat melihat kedatangan para polisi.

"Semua berhenti kegiatan. Angkat tangan semua, jangan ada yang pegang handphone," kata polisi.

Puluhan pegawai pinjol itu menuruti instruksi polisi dan langsung mengangkat kedua tangan keatas.

Polisi kemudian mendata para pegawai pinjol itu.

Kartu Tanda Penduduk dan ponsel milik mereka juga langsung disita.

Selanjutnya, seluruh pegawai pinjol yang berjumlah 56 orang itu langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi mengatakan, penggerebekan ruko itu berawal dari laporan masyarakat.

"Masyarakat yang resah akibat pinjol ini melaporkan ke kami dan kami lakukan penyelidikan," ucap Hengki, Kamis (14/10/2021).

Dari hasil penyelidikan di Otoritas Jasa Keuangan, ternyata pinjol tersebut tidak terdaftar alias ilegal.

Polisi langsung turun tangan melakukan penggerebekan.

"Beberapa barang bukti dan puluhan karyawan sudah kami amankan di kantor sindikat pinjol," tuturnya.

Selain mengamankan 56 karyawan, polisi juga turut menyita 52 komputer serta 56 ponsel dari penggerebekan ini.

Polres Metro Jakarta Pusat masih terus mengembangkan kasus ini guna mengetahui siapa pemilik sindikat pinjol itu.

"Sampai saat ini kami masih mengembangkan kasus tersebut, nanti jika sudah selesai pemeriksaan semua kami sampaikan lagi," tutur Hengki.

(TribunBogor/Kompas)

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved