Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Tak Hanya Bicara Kaderisasi & Keagamaan, GP Ansor Jateng Beri Pelatihan UMKM Pasca Dihantam Pandemi

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng-DIY ikut memulihkan ekonomi yang sempat remuk karena pandemi melalui pelatihan UMKM.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Pelatihan UMKM GP Ansor Jateng-DIY di Hotel Solia Solo, Kamis (15/6/2021). 

"UMKM di Kauman mrnjadi fokus kita untuk pengembangan. Karena UMKM di Kauman itu potensial, dan memiliki ciri khas tersendiri yang bisa menjadi ikon Kota Solo," ujarnya.

Dengan program ini, UMKM di Kauman Solo diharapkan bisa tetap survive dan naik kelas. (*)

Kedatangan Gibran

Gibran Rakabuming Raka blusukan di Kampung Batik Kauman di tengah perayaan Hari Batik Nasional, Sabtu (2/10/2021).

Gibran Rakabuming Raka tiba di acara Srawung Batik Nusantara untuk melakukan peninjauan para pelaku usaha batik.

Tak hanya itu, Gibran selesai acara secara mendadak menelusuri gang-gang sempit di Kampung Batik Kauman.

Terpantau Gibran melakukan dialog dengan masyarakat terkait dampak Covid-19 akan usaha batik saat ini.

Selain itu juga melakukan pembagian buku dan susu bagi anak-anak dikawasan tersebut.

Baca juga: Vaksin Pelajar di Klaten: Baru Pertama Kali, Langsung Sasar 7 Sekolah di Delanggu Sekaligus

Baca juga: Suka Cita Rayakan Hari Batik Nasional,Warga Solo Ini Rela Mercedes-Benz Ditempeli Stiker Motif Batik

Gibran sblusukan didampingi langsung Ketua Paguyuban Kamoung Desa Wisata Kauman, Gunawan Setiawan,

Di tengah blusukan Gibran menyoroti insfratruktur jalan kampung batik Kauman tersebut.

"Itu (jalan) gronjal-granjil (tidak rata) kayak offroad mungkin dulu ada kesalahan perbaikan, harus diperbaiki," jelasnya kepada TribunSolo.com.

"Karena ini akses utama yang bisa dilewati mobil, becak, sampai nanti mobil wisata listrik itu," ungkapnya.

Namun, untuk waktu perbaikkan Gibran mengaku bakal melakukan perencanaan anggran perbaikan jalan tersebut.

"Kemungkinan tahun depan, tahuiln ini anggran belum ada," ujarnya.

Ketua Paguyuban Kampung Desa Wisata Kauman, Gunawan Setiawan mengakui adanya kedala akses jalan tersebut.

"Memang kemaren sudah diperbaiki jadi enggak banjir, tapi bentuknya jadi begitu. Enggak rata," ujarnya .

Gunawan berharap perbaikan jalan ini bisa segera terealisasi.

"Kalau kita pengen yang diperbaiki dalam dan luarnya juga, biar nyaman yang lewat juga apalagi untuk wisatawan juga bisa," ujarnya.

Terkiat Kampung Batik Kauman ini, Wali Kota Solo mengaku telah memiliki rencana besar untuk perkembangan para pengusaha batik tersebut.

"Pemulihan-oemulihan ekonomi di kawasan Kauwan dan Laweyan harus di lakukan, agar bangkit walaupun dalam PPKM level 3," aku dia.

Para pengusaha juga diharapkan untuk memanfaatkan kampus e-commerce.

"Di Solo sudah banyak kampus-kampus UMKM dari para e-commerce, untuk itu pemanfaatanya juga harus dimaksimalkan hisa untuk foto produk dan lainnya," tutupnya.

Rayakan Hari Batik

Merayakan Hari Batik Nasional 2 Oktober, warga di Kota Solo melakukan hal yang berbeda dari biasanya.

Ya, momen penting itu digunakan dengan memamerkan siker batik yang ditempelkan pada sejumlah mobil mewah Mercedes Benz, Sabtu (2/10/2021).

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, 3 mobil Mercedes-Benz tersebut dipajang di depan Museum Batik Danar Hadi Solo, Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo pada pagi hari.

Ketiga mobil itu ditempeli stiker Batik Kawung, Batik Parang dan Batik Megamendung.

Diketahui 3 mobil tersebut dimiliki anggota komunitas Mercedes Owner Club.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Ucapan Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober 2021, Lengkap Cara Menggunakannya

Baca juga: Cerita Para Pengusaha Batik di Desa Wisata Batik Pilang: Dihantam Corona, Rela Jual Mobil dan Sawah

Salah satu anggota komunitas tersebut Ririn S Notonegoro mengatakan penempelan stiker batik itu sebagai upaya peduli terhadap pelestarian batik.

"Bertepatan hari ini juga, di Danar Hadi melaksanakan pameran batik, maka mobil ini kami pajang di sini agar lebih meriah," ucap Irin kepada TribunSolo.com,.

Bahkan persiapan pemasangan 3 mobil dengan stiker batik dilakukan sejak Jum'at (1/10/2021) dengan mengeluarkan uang cukup lumayan.

"Ada 3 motif batik yang kami pasang, yaitu Batik Kawung, Batik Parang dan Batik Megamendung," kata Irin.

Ia menuturkan, selain dipajang, siangnya mobil tersebut di bawa ke acara amal di Solo dan membagikan masker.

"Selain itu, siang nanti kami akan mengadakan sedekah bagi anak yatim-piatu dalam rangka Hari Batik Nasional," ujarnya.

Perayaan di Solo Meriah

Perayaan hari Batik Nasional di Kota Solo kembali digelar setelah satu tahun ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Pergelaran Hari Batik Nasional di Solo akan berlangsung selama dua hari dimulai Sabtu (2/10/2021) dan Minggu (3/10/2021).

Salah salah rangkaian acara Hari Batik Nasional tersebut yaitu penampilan parade dan defile batik Kraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu (2/10/2021) sore.

Pengaggeng kerjasama dalam dan luar negeri Keraton Surakarta Hadiningrat Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan, arus lalu lintas di halaman Kamandungan Keraton Surakarta Hadiningrat mulai ditutup sekitar pukul 15.30 WIB.

"Arus lalu lintas di halaman Kamandungan Keraton Surakarta Hadiningrat akan ditutup selama 1 jam," kata Febri kepada TribunSolo.com, Jum'at (1/10/2021).

Baca juga: Ivan Gunawan Gelar Acara Syukuran Rumah Mewah Barunya, Berharap Tamu yang Hadir Bisa Jadi Temannya

Baca juga: Rizky Billar Masih Kesal Istrinya Masih Saja Difitnah: Semakin Direndahkan Semakin Kami Naik Derajat

Kemudian, Febri mengatakan ada sekitar 100san personel dalam parade dan defile batik Kraton tersebut.

Dia menambahkan, parade ini akan menggunakan pakaian dengan ada unsur Batik.

"Hal ini agar masyarakat luas dapat menikmati dan bisa ikut bersama-sama nyekunyung hari batik ini," ucap Febri.

Selain parade dan defile batik Kraton, pihak Keraton Surakarta Hadiningrat akan memamerkan batik dari karya-karya dari Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono ke- 13.

Dia mengatakan hasil karya tersebut merupakan kekayaan leluhur yang saat ini dibina Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono ke-13.

"Kerajinan batik tersebut akan dipamerkan dan mengundang beberapa kerabat dan mulai dari generasi muda untuk mengajak melestarikan batik,"terang Febri.

Dia menerangkan rangkaian perayaan hari Batik Nasional tersebut di Keraton Surakarta Hadiningrat agar dapat meningkatkan daya tarik pariwisata di Kota Solo.

Ia berharap rangkaian Hari Batik Nasional bisa dilaksanakan kembali di tahun depan.

"Batik merupakan kebanggaan dan menjadi warisan indonesia," pungkasnya.

Rangkaian acara tersebut, merupakan sebagian dari rangkaian acara besar di Hari Batik Nasional di Kota Solo.

Selain di Keraton Surakarta Hadiningrat, rangkaian acara Hari Batik Nasional juga digelar di beberapa tempat.

Mulai dari Pameran Living in Heritage di Ndalem Wuryo Ningratan di House of Danar Hadi Solo, kemudian pameran Museum Batik Keris.

Pada momentum tersebut, pihak pengelola Museum batik House of Danar Hadi Solo memberikan potongan harga 15 persen khusus produk Pameran Living in Heritage.

Serta potongan harga tiket masuk bagi calon pengunjung yang sudah menerima vaksin pertama dan kedua.

Selain itu, akan ada even Srawung Batik Nusantara dalam rangkaian acara Hari Batik Nasional nanti.

Dalam even tersebut, akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Kampung Batik Kauman dan Kampubg Batik Laweyan dengan mengusung tema " Kisah Negeri Batik di Masa Pandemi".

Nantinya, rangkaian even Srawung Batik Nusantara ini terdiri dari Dongeng Kampung Batik oleh sejarawan, anugerah untuk pemerja batik, kelas kreasi, bedah buku, talkshow, fashion show, hingga shopping online.

Kemudian even tersebut diselenggarakan secara hybrid atau menggabung kelas daring dan luring.

Nantinya peserta offline kelas kreasi maksimal berjumlah 15 orang sedangkan peserta online akan diikuti maksimal 100 orang setiap kelas melalui Google Meet. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved