Breaking News:

Viral

Viral! Kelola Kanal YouTube 'Aktual TV' Berisi Berita Hoaks, Direktur TV Swasta Ini Ditangkap Polisi

Karena mengelola kanal YouTube 'Aktual TV' Berisi Berita Hoaks, Direktur TV SwastaIni Ditangkap Polisi

Editor: Eka Fitriani
Net
Ilustrasi 

TRIBGUNSOLO.COM - Polisi berhasil menangkap direktur salah satu televisi swasta berinisial AZ.

Selain AZ, dua orang lainnya, M dan AF juga ditangkap karena diduga menyebarkan berita hoaks atau bohong.

AZ sendiri merupakan Direktur BSTV Bondowoso.

Namun, dirinya ternyata juga mengelola kanal YouTube 'Aktual TV'.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Dokter Lula Kamal Sebut Aktivitas Faskes Segera Kembali Normal

Baca juga: Apa Kabar Angka Covid-19 di Indonesia? Satgas Sebut Sepekan Terakhir Menurun Drastis

Hal terssebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

AZ melalui kanal YouTube yang dibuatnya kerap membuat konten berisi berita hoaks yang dinilai dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Dia juga (buat konten) SARA menggunakan atribut agama di sini yang mengganggu sinergitas TNI dan Polri," ujar Yusri dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021). Yusri mengungkapkan, selama mengelola kanal YouTube Aktual TV, AZ mempekerjakan M dan AF.

Baca juga: Sosok Mbah Djami, Pedagang Sambal Tumpang Legendaris Sragen: 30 Tahun Layani Pembeli

Baca juga: Ini Tujuh Rute Mobil Listrik Wisata Solo, Ada Lokananta - Kebun Binatang Jurug

M berperan sebagai kreator konten dengan mengedit dan mengunggah video ke kanal YouTube tersebut, sedangkan AF mengisi suara video atau dubbing.

"Yang bersangkutan sudah kami lakukan proses. Memang kejadian sudah kurang lebih dari Agustus 2021. Kasus itu sudah P21 di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, kami sedang siapkan untuk tahap kedua penyerahan tersangka dan berkas perkara kepada JPU," kata Yusri.

Dari penangkapan ketiga tersangka itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kartu ATM, channel YouTube Aktual TV, dan CPU yang digunakan untuk mengunggah video.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan ayar 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang berita bohong yang bisa menimbulkan keonaran. Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved