Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Dinilai Lebih Menyuburkan Tanaman,Warga Berbondong-bondong Cari Tanah Waduk Gajah Mungkur yang Surut

Fenomena surutnya volume air di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri ternyata membawa manfaat bagi sejumlah warga.

TribunSolo.com/Erlangga Bima
Sumarno (66) memanfaatkan surutnya air Waduk Gajah Mungkur dengan mengeruk tanah untuk media tanam yang kono kesuburan tinggi dibandingkan tanah biasanya, Sabtu (16/10/2021). 

Kemudian, akan melewati kebun jagung, benar-benar kanan kiri jalan dipenuhi pohon jagung.

Baca juga: Foto-foto Keindahan Pantai Nampu Wonogiri & Membludaknya Wisatawan, Parkiran Pun Bak Pabrik Mobil

Baca juga: Rute Menuju Pantai Nampu Wonogiri : Berpasir Putih, Bisa Menikmati Pemandangan Adem dari Atas Bukit

Jika bersimpangan, salah satu harus mengalah karena hanya cukup dilewati satu sepeda motor.

Sebaliknya, jika berangkat dari Eromoko, dari pasar tinggal berjalan terus ke arah timur mengikuti jalur utama.

Jalan akan lebih luas namun lebih lama untuk sampai ke padang rumput yang ramai pengunjung itu.

Dari Eromoko, kendaraan roda empat bisa masuk, namun harus berhati-hati, karena jalan cenderung berbatu.

Semua perjalanan itu akan terbayar tuntas ketika sampai di daerah genangan yang surut. Pemandangan hamparan rumput hijau sangat memanjakan mata.

Pengunjung juga bisa bersantai sembari menyantap makanan ringan, sebab disana juga banyak dimanfaatkan pedagang untuk menjajakan dagangannya.

Seperti yang dilakukan oleh Yogi, salah satu pengunjung asal Kecamatan Wonogiri

Ia mengamini apabila musim penghujan, daerah itu merupakan genangan air.

"Mumpung ini airnya surut, biasanya disini itu genangan air. Kalau musim kemarau ya jadi padang rumput ini," ujarnya kepada TribunSolo.com.

"Dari rumah teman di Baturetno ini tadi, ada teman juga satu rombongan yang pengen tahu, jadi sekalian mampir," imbuhnya.

Keindahan Waduk dari Tebing

Keindahan Waduk Gajah Mungkur makin terlihat dari atas bukit. 

Bagi wisatawan yang ingin melihat Waduk Gajah Mungkur dari sisi yang berbeda, bisa mengunjungi Wisata Watu Cenik. 

Wisata ini terletak di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Wisata Watu Cenik: Menikmati Indahnya Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dari Atas Bukit

Letaknya tak jauh dari pusat Kota Wonogiri, sekitar 15 menit perjalanan dari Alun-alun Giri Krida Bakti

Tempat plesiran itu sudah populer di kalangan wisatawan. Dari atas sana, pengunjung bisa menikmati angin sepoi-sepoi dengan pemandangan Waduk Gajah Mungkur.

Tak berhenti disitu, disana juga disediakan beberapa spot foto yang bisa mempercantik feeds media sosial para wisatawan.

Daya tarik itu memikat banyak wisatawan dari dalam maupun luar kota Wonogiri.

"Memang niat kesini dari kemarin, kebetulan lagi longgar kuliahnya," kata Vina, pengunjung asal Kota Solo kepada TribunSolo, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Bak Kejatuhan Durian Runtuh, Petani Wonogiri Dapat 496 Alsintan, di Antaranya Ada Sejumlah Traktor

Baca juga: Vaksinasi Pelajar SMA di Wonogiri Segera Rampung, Disusul Pelajar SMP, Siap Sekolah Tatap Muka?

Baca juga: Catat Warga Wonogiri, Hajatan Masih Dilarang Sampai Capaian Vaksinasi Tinggi

Baca juga: Jadwal Razia Motor Bocor di Medsos, Satlantas Polres Wonogiri Justru Senang : Malah Membantu Kami

Ia mengunjungi Watu Cenik karena penasaran bagaimana jika menikmati secara langsung, bukan hanya dari foto.

Untuk itu, ia rela berangkat ke Wonogiri bersama rombongan teman-teman sesama mahasiswa.

"Tidak tahu kalau ditutup, kalau tidak boleh masuk ya putar balik tadi. Untung sama warga diperbolehkan," kata dia.

Memang, di jalan akses masuk masih diberi bambu yang digunakan sebagai portal, namun oleh warga sekitar diperbolehkan untuk masuk.

Wisata Watu Cenik di Desa Sendang, Kecamatan/kabupaten Wonogiri
Wisata Watu Cenik di Desa Sendang, Kecamatan/kabupaten Wonogiri (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Sementara itu, Wakinem, warga yang letak rumahnya disekitar sana mengaku masih ada beberapa wisatawan yang mengunjungi Watu Cenik.

Namun tidak setiap hari ada, menurutnya hanya di hari-hari tertentu saja tempat itu dikunjungi wisatawan.

"Kalau Hari Sabtu sama Minggu lumayan ramai, hari-hari biasa nggak ada," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved