Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Agar Tetap Lestari, Pengusaha Batik Tulis di Sragen Berani Rugi: Harga Bahan Naik, Tapi Dijual Sama

Ibu-ibu perajin kain batik tulis di Desa Sidokerto, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen benar-benar berjiwa besar. 

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com
Perajin batik tulis asal Plupuh Sragen 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ibu-ibu perajin kain batik tulis di Desa Sidokerto, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen benar-benar berjiwa besar. 

Bagaimana tidak, semua harga bahan baku pembuatan kain batik tulis naik. 

Baca juga: Unik, Ibu-ibu Satu Desa di Sragen Bisa Bikin Batik Tulis: Masih Eksis Meski Sudah Puluhan Tahun

Baca juga: Pasien Covid-19 di Sragen Tinggal Belasan: Dua Lokasi Isoter Tetap Dibuka, Antisipasi Gelombang Baru

Tapi, harga jual batik karyanya tidak dinaikkan karena saat ini, kondisinya saat ini lagi sulit. 

Meski serba susah, tapi demi kelestarian budaya kain batik tulis, hal itu tak terlalu dipikirkan oleh ibu-ibu perajin ini. 

Siti Aminah mengatakan selama pandemi, bahan baku pembuatan batik tulis terus meningkat.

"Bahan baku seperti lilin dan kain mori selama pandemi harganya malah naik terus, saya beli langsung di Pasar Klewer," kata Siti kepada TribunSolo.com, Minggu (17/10/2021).

Namun, harga bahan baku naik, Siti tidak berani menaikkan harga batik karyanya.

"Kalau harga masih sama, kita juga tahu kondisi sekarang sedang susah, beli kain batik dengan harga itukan juga susah," jelasnya.

Harga kain batiknya bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved