Breaking News:

Viral

Heboh Video Bola Merah Muncul di Langit Aceh, Begini Penjelasan Astronom hingga LAPAN

Sebuah video yang menampilkan sebuah bola bercahaya merah yang diduga meteor jatuh, viral di media sosial.

(INSTAGRAM/@ACEHREDAKSI)
Tangkapan layar video yang memperlihatkan adanya benda bercahaya merah jatuh dari langit Aceh. 

"Karena bola kemerahan ini tampak meledak di udara, namun tidak disertai dentuman, bisa jadi bola kemerehan ini adalah fireball atau bola api meteor," kata Andi, Sabtu (16/10/2021).

Warna kemerahan yang muncul pada bola api akibat kecepatan yang tinggi saat meteor melaju. 

Sehingga, hal itu menimbulkan reaksi kimiawi antara inti meteor dengan molekul gas nitrogen dan oksigen di sekitarnya pada atmosfer Bumi yang ditandai dengan pijar berwarna merah, yang kemudian tampak seperti bola merah yang ditampilkan dalam video viral di media sosial tersebut.
 

"Bola api ini lebih terang dari (planet) Venus kecerlangannya," ujarnya.

Perbedaan bola api dengan bolide adalah bola api tidak disertai dengan suara ledakan ataupun dentuman seperti gemuruh, sedangkan bolide disertai dengan suara dentuman.

Di mana saat ini memang sedang aktif hujan meteor Orionid sejak 2 oktober hingga 7 November mendatang (puncak 21 oktober), yang dapat disaksikan sejak pukul 10.00 WIB malam.

Selain hujan meteor Orionid, ada pula hujan meteor Epsilon Geminid.

Hujan meteor Epsilon Geminid telah aktif sejak 14 Oktober dan masih akan berlangsung hingga 27 Oktober 2021, di mana puncaknya terjadi pada 19 Oktober nanti, dengan waktu pengamatan yang sama dengan Orionid.

Andi menduga, sepertinya waktu pengamatan bola kemerahan ini ketika senja. Di saat dua titik radian atau titik asal kemunculan hujan meteornya baik Orionid maupun Epsilon Geminid belum terbit.

"Anda kemungkinan berasal dari meteor sporadis, meteor yang muncul tidak dari konstelasi tertentu ataupun waktu-waktu tertenu," kata dia.

Ia menambahkan, intensitas meteor sporadis juga tidak seteratur hujan meteor yang selalu konstan setiap jamnya

Akan tetapi, Andi berkata bahwa ini baru dugaannya saja.

Sehingga untuk memastikan apakah ini benar-benar meteor atau bukan, haruslah dikeluarkan pernyataan resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

(Kompas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved