Breaking News:

Berita Persis Solo

Projek Persis Solo Era Kaesang, Bikin Misha Radovic Kepincut, Tak Mau Kecewakan Fans Klub

Misha Radovic saat ini dipercaya mengemban peran sebagai Direktur Teknik Persis Solo.

TribunSolo.com / Dokumen Misha Radovic
Sosok Misha Radovic (kiri) yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persis Solo. 

TRIBUNSOLO.COM - Misha Radovic saat ini dipercaya mengemban peran sebagai Direktur Teknik Persis Solo.

Ia telah diperkenalkan melalui media sosial klub, Selasa (19/10/2021).

Misha mengaku tidak membutuhkan waktu beberapa lama untuk ia lantas mengiyakan tawaran Persis Solo.

Projek yang diusung Persis Solo era Kaesang Pangarep menjadi salah satu alasan ia merapat ke Laskar Sambernyawa.

“Saya melihat, manajemen profesional yang banyak dihuni anak muda ini punya pendekatan sepakbola dan bisnis yang progresif," terang dia.

"Mereka juga memiliki project dan ide jangka panjang yang jelas, sehingga membuat saya yakin untuk memilih Persis. Baik pemilik, manajemen, dan elemen klub punya kejelasan visi tentang apa yang mereka inginkan ke depan,"

"Mulai dari struktur tim junior, komposisi pemain, hingga pembinaan menjadi hal yang dipresentasikan dengan serius di awal perkenalan. Saya senang menjadi bagian dari project ini," tambahnya.

Baca juga: Saran Suporter Terkabul, Persis Solo Kini Punya Direktur Teknik : Welcome, Misha Radovic !

Baca juga: Komentar Kaesang Pangarep Soal Laga Persis Solo Vs HWFC: Persis Masih Jelek Mainnya

Misha tidak asing dengan sepak bola Indonesia. Ia pernah menukangi Pelita Jaya (2010) dan Persisan Putra Samarinda (2012).

“Indonesia adalah negara dengan passion sepakbola terbesar di Asia, mudah sekali untuk jatuh cinta dengan negeri ini jika anda adalah seorang pecinta sepakbola," ucap dia.

"Saya paham bahwa ketika saya bekerja di Solo nanti, saya bukan hanya bekerja untuk diri sendiri, tapi bagi klub, bagi kota Solo, dan bagi para suporter Persis di manapun berada. Maka dari itu, saya harus punya komitmen," tambahnya.

Misha menambahkan semua yang terlibat di dalam klub harus mempunyai disiplin baik di atas maupun di luar lapangan.

“Semua yang terlibat di dalam klub harus disiplin baik di atas lapangan, maupun di luar lapangan. Secara pribadi, saya adalah orang yang keras ketika melatih, namun saya tetap memiliki batasan yang jelas," tutur dia.

"Respek kepada pemain adalah satu keharusan bagi saya, dan saya juga harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman,"

"Saya tidak ingin dicap sebagai pelatih uzur yang kolot dan tidak bisa menyesuaikan dengan perubahan. Disiplin, kerja keras, komitmen, dan respek, itu kunci yang akan saya pegang ketika tiba di Solo nanti," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved