Breaking News:

Syarat Terbaru Naik Kereta Api Berlaku Mulai 22 Oktober 2021, Simak 13 Hal Penting Berikut Ini

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berlakukan syarat terbaru untuk perjalanan darat menggunakan moda transportasi perkeretaapian mulai hari ini.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Ilustrasi kereta api 

TRIBUNSOLO.COM - Beberapa dari Anda mungkin kini sedang mencari syarat naik kereta api.

Syarat terbaru naik kereta api ini tertera dalam SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: PCR Kini Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat, Maskapai Akan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

Kemudian SE Kemenhub Nomor 89 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berlakukan syarat terbaru untuk perjalanan darat menggunakan moda transportasi perkeretaapian mulai Jumat (22/10/2021).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Kompas.com rangkum syarat naik kereta api:

  1. Wajib menunjukkan bukti vaksin minimal dosis pertama, serta hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil 1x24 jam sebelum keberangkatan untuk keberangkatan KA antarkota dari dan ke daerah di Jawa, serta daerah PPKM Level 3 dan Level 4.
  2. Wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil 1x24 jam sebelum keberangkatan untuk keberangkatan KA antarkota dari dan ke daerah di luar Jawa, serta daerah PPKM Level 1 dan Level 2.
  3. Bukti vaksin pada poin 1 dikecualikan untuk penumpang berusia di bawah 12 tahun, dan pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang tidak bisa divaksin Covid-19.
  4. Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid pada poin 3 wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa mereka belum dan/atau tidak bisa divaksin Covid-19.
  5. Anak usia di bawah 12 tahun yang melakukan perjalanan sesuai kategori poin 1 dan 2 wajib didampingi orangtua atau keluarga yang dibuktikan dengan kartu keluarga.
  6. Anak usia di bawah 12 tahun pada poin 5 wajib melakukan tes Covid-19 yang disesuaikan dengan syarat tujuan keberangkatan pada poin 1 dan poin 2.
  7. Perjalanan rutin KA komuter dan dalam wilayah atau kawasan aglomerasi (misalnya Jabodetabek), dan KA Lokal Perkotaan yang pelayanannya di luar aglomerasi tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR atau rapid antigen.
  8. Pelaku perjalanan pada poin 7 juga tidak wajib membawa STRP atau Surat Tugas dan/atau surat keterangan perjalanan lainnya.
  9. Pelaku perjalanan pada poin 7 wajib menunjukkan kartu vaksin Covid-19 dosis pertama jika tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kecuali anak berusia di bawah 12 tahun.
  10. Seluruh penumpang KA wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi kecuali anak berusia di bawah 12 tahun.
  11. Seluruh penumpang wajib mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, rajin cuci tangan, jaga jarak, dan tidak berkerumun.
  12. Seluruh penumpang tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung sepanjang perjalanan.
  13. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum untuk perjalanan kurang dari dua jam, kecuali penumpang yang wajib mengonsumsi obat yang mana jika tidak dilakukan akan membahayakan keselamatan dan kesehatan.

Baca juga: PCR Kini Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat, Maskapai Akan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

Syarat naik pesawat

Dalam dua pekan ke depan, pemerintah tak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan.

Pelaku perjalanan penerbangan domestik hanya diperbolehkan tes RT-PCR, berlaku untuk daerah dengan status PPKM Level 3, Level 2, maupun Level 1 di Jawa-Bali.

Dilansir dari TribunNewsWiki, Aturan terbaru ini terkait kebijakan pemerintah yang melanjutkan penerapan PPKM di wilayah Jawa-Bali sebagai upaya mengendalikan pandemi Covid-19.

Berdasarkan aturan yang diperbaharui per 19 Oktober 2021 itu, diatur bahwa pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

Kemudian, wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

Penumpang diwajibkan memperlihatkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan tersebut berlaku baik bagi penumpang dengan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua.

(Kompas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved