Breaking News:

Liga Inggris

Dihujani Kritik, Cristiano Ronaldo Tak Risih, Pilih Beri Bukti di Lapangan Bareng Manchester United

Sebuah kritik didaratkan kepada Cristiano Ronaldo setelah melakoni serangkaian laga bersama Manchester United.

TribunSolo.com / AFP
Selebrasi Cristiano Ronaldo setelah mencetak gol dalam laga Liga Champions Manchester United vs Atalanta di Old Trafford, 20 Oktober 2021. (Naomi Baker/Getty Images/AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah kritik didaratkan kepada Cristiano Ronaldo setelah melakoni serangkaian laga bersama Manchester United.

Pemain Portugal itu dikritik karena tidak bekerja cukup keras dalam membantu pertahanan United. Kritik itu direspon Ronaldo.

"Saya tahu ketika tim membutuhkan bantuan saya untuk bertahan. Tapi peran saya di klub adalah untuk menang, membantu tim menang dan mencetak gol. (Bertahan) juga bagian dari tugas saya," kata Ronaldo dilansir dari Marca.

Ronaldo tidak terganggu dengan kritik yang ditujukan kepadanya.

Ia bahkan bisa tidur nyenyak saban malam dan siap membungkam kritik yang datang kepadanya.

"Orang - orang yang tidak ingin melihat itu karena mereka tidak menyukai saya, tetapi, sejujurnya saya berusia 36 tahun dan saya telah memenangkan segalanya," ujar dia.

Baca juga: Solskjaer Digoyang, Legenda MU Nilai Conte Bukan Solusi, Bisa Berakhir Bak Era Van Gaal & Mourinho ?

Baca juga: Performa MU Bak Roller Coaster, Solskjaer Perlu Segera Membuktikan, Sudah Ada Ronaldo Belum Cukup ?

"Jadi saya akan khawatir tentang orang-orang yang mengatakan hal - hal buruk tentang saya. Saya tidur nyenyak di malam hari,".

"Saya pergi ke tempat tidur saya dengan hari nurani saya sangat baik. Lanjutkan dengan itu karena saya masih akan menutup mulut dan memenangkan banyak hal," tambahnya.

Menurut Ronaldo, para pengkritik paham soal potensi dan nilai dirinya dalam sepak bola.

"Kritik selalu menjadi bagian dari bisnis. Saya tidak khawatir tentang itu. Saya melihatnya sebagai hal yang baik," ucap dia.

"Jika mereka khawatir tentang saya atau mereka berbicara tentang saya. Itu karena mereka masih tahu potensi dan nilai saya dalam sepak bola. Jadi itu bagus,".

"Saya akan memberi sebuah contoh. Jika anda berada di sekolah dan anda adalah siswa terbaik,"

"Lalu anda bertanya kepada siswa terburuk, apakah dia paling menyukainya dan mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak menyukainya," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved