Breaking News:

Harapan Erick Thohir, Usai EMI Resmi Bergabung ke PLN Group : Memperkuat Transformasi Energi Bersih

Pemerintah secara resmi mengalihkan seluruh saham seri B negara pada PT Energy Management Indonesia (EMI) ke PT PLN.

TribunSolo.com/Dok PLN
Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan sambutan bergabungnya EMI sebagai anak perusahaan PLN Group yang diresmikan secara hybrid (virtual dan daring) di Jakarta, Jumat (22/10/2021). 

Kedua, peningkatan kapasitas dan kapabilitas dalam penyediaan layanan.

"Ketiga, ekspansi bisnis konservasi ke pasar eksternal. Dan terakhir, penciptaan nilai di keseluruhan ekosistem energi nasional," ujar Zulkifli.

Baca juga: Listrik di Stadion Manahan Sempat Padam Sebelum Derby Mataram Dimulai, PLN : Ada Gangguan Temporer

Dalam upaya mencapai goal sebagai Leading ESCO, PLN akan melakukan Transformasi EMI pada 2021-2025 di antaranya melalui penguatan kapabilitas dan kemitraan dengan BUMN.

Termasuk penguatan dukungan kebijakan serta pendanaan dekarbonisasi.

Dengan keberhasilan transformasi EMI sebagai leading ESCO serta asumsi dukungan penuh dari segenap stakeholders, diproyeksikan EMI akan mencapai pendapatan lebih dari Rp 8 triliun pada 2025, atau secara kumulatif 5 tahun kedepan sebesar Rp 13 triliun dengan estimasi EBIT sebesar Rp 825 miliar.

"Ini tentu akan menjadi bukti bahwa akselerasi mencapai ekonomi hijau Indonesia," harap dia.

"Untuk itu, kami memohon dukungan dari seluruh stakeholder bagi EMI untuk mewujudkan visi EMI sebagai ESCO Nasional dan pilihan konsumen Asia Tenggara guna mempercepat program dekarbonisasi nasional menuju Ekonomi Hijau Indonesia," pungkas Zulkifli.

Masuknya EMI ke PLN juga diapresiasi oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana.

Ia menilai kerja sama ini tepat dilakukan saat ini berbarengan dengan target pemerintah untuk menekan gas emisi rumah kaca dan juga mempercepat target porsi EBT dalam bauran energi.

"Arah kebijakan energi nasional adalah mempercepat transisi dari fosil ke EBT yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Ini sejalan dengan paris agreement. Dengan adanya kolaborasi ini maka bisa mempercepat tujuan bersama ini," ujar Rida.

Baca juga: Cara Dapatkan Promo Tambah Daya Listrik Rp 202 Ribu, Cukup Pakai PLN Mobile & Masukkan Kode Ini

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bambang Hendroyono mengatakan Kementerian LHK mendukung penuh rencana PLN dalam mencapai target 23 persen porsi EBT dalam bauran energi.

Kementerian LHK siap mendukung dengan beberapa program seperti dalam mendorong besar besaran program hutan industri untuk bioenergi.

Lalu, pengelolaan sampah 16 ton per hari menjadi listrik 234 MW.

"Kami mendukung penuh cita cita bersama untuk mencapai net zero carbon. Oleh karena itu KLHK sangat terbuka untuk kerja sama bersama PLN dan stakeholder lainnya," jelasnya.

"Perlu transformasi dan strategi bersama untuk mengawal komitmen menjadi aksi nyata," ujar dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved