Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Ada Warga Klaten Bertahun-tahun Minum Air Hujan Usai Diolah Pakai Alat Elektrolisa, Ini Kata Dinkes

Fenomena air hujan dikonsumsi setelah diproses dengan alat elektrolisa di Kabupaten Klaten menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes).

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Warga Dukuh Bunderjarakan, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten, minum air hujan yang telah diolah dengan alat pengolah khusus. Air itu diyakini punya kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. 

Sunarno mengatakan, warga juga menjadi saksi soal manfaat dari air hujan olahan itu. 

Dia mengatakan, salah satu warga ada yang pernah menderita kencing batu.

Ia menjalani operasi sampai enam kali, namun semuanya gagal menyembuhkan.

Karena frustrasi, orang tersebut sempat mencoba bunuh diri sebanyak 3 kali.

"Setelah dia mengenal air ini dan minum secara rutin, sekarang kondisi tubuhnya prima, saat ini masih kerja macul setiap hari,”ujar Sunarno.

Meski demikian, Sunarno menegaskan, air ini bukanlah obat.

Fungsi air olahan ini, hanya menjadi pembersih.

Artinya, harus dikonsumsi secara rutin. 

Warga Luar Berdatangan

Sunarno mengatakan khasiat dari air tersebut terdengar hingga warga luar kampung.

Orang mulai berdatangan, ikut belajar cara mengolah air hujan.

Bahkan, banyak yang ingin membeli alat tersebut.

Namun, Sunarno menegaskan warga tak menjual-belikan alat itu.

Hanya saja, warga ikhlas memberikan ilmu tersebut secara cuma-cuma sesuai kebutuhan.

“Banyak yang mau membeli air ini tetapi kami jelaskan bahwa kami tidak menjual air itu,"

"Air itu sebenarnya melimpah, dan jangan sampai air dijual. Kalau masyarakat mau, kami bisa bantu secara ilmu,” kata Sunarno. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved