Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kata BPN Klaten Soal Penolakan Hasil Musyawarah Oleh Pemilik Lahan: Tak Bisa Dinego, Patok Digeser

Salah satu warga di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen menolak hasil musyawarah ganti rugi Tol Solo-Jogja. Ini kata BPN Klaten

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Tri Widodo
Pembangunan jalan Tol Solo-Jogja di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Salah satu warga di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen menolak hasil musyawarah ganti rugi Tol Solo-Jogja. 

Pasalnya, lahan milik Suripto itu kena proyek tolnya kurang banyak. 

Dari 2500 meter persegi, hanya 37 meter persegi saja, lahan atas Siti Samsiah itu yang terkena Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Solo-Jogja itu. 

Baca juga: Kondisi Rumah Warga Klaten yang Terdampak Proyek Tol Solo - Yogyakarta: Sudah Dibongkar, Kini Sepi

Baca juga: Tak Dicaplok Semua Lahannya, Warga Manjungan Klaten Tolak Musyawarah Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Jogja

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono mengatakan pihaknya akan mengecek lokasi lahan yang pemiliknya menolak hasil musyawarah tersebut.

" Kami perlu cek lokasi dulu, lahannya berada di tengah proyek atau tidak," kata Sulistiyono kepada TribunSolo.com, Kamis (28/10/2021).

Lanjut, Sulistiyono mengatakan pemilik lahan yang menolak yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja itu, hanya sekitar 37 meter persegi.

Kemudian ia mengatakan nantinya pihanya akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait proyek Tol Solo-Jogja.

"Kalau tanahnya di tengah-tengah, apa boleh buat, kita akan negosiasi secara kekeluargaan, kalau berada di pinggir, kita pindah patoknya," ujarnya.

Sekretaris Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Muh. Iksan Kurniawan mengatakan yang menolak hasil tersebut yaitu Suripto.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved