Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kata BPN Klaten Soal Penolakan Hasil Musyawarah Oleh Pemilik Lahan: Tak Bisa Dinego, Patok Digeser

Salah satu warga di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen menolak hasil musyawarah ganti rugi Tol Solo-Jogja. Ini kata BPN Klaten

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Tri Widodo
Pembangunan jalan Tol Solo-Jogja di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Boyolali. 

Ia menyebut Suripto merupakan suami dari pemilik lahan yang terdampak Tol Solo-Jogja atas nama Siti Samsiah.

"Dalam musyawarah beberapa hari lalu di Desa Manjungan, ada salah satu pemilik lahan yang terdampak Tol Solo-Jogja menolak hasil musyawarah, namanya Suripto, suami dari pemilik lahan," ujar Iksan.

Lanjut, Iksan mengatakan Suripto menolak hasil tersebut karena lahan yang terdampak hanya sekitar 37 meter persegi.

Dia menyebutkan, lahan milik istri dari Suripto tersebut hqnya sedikit yang terdampak.

"Tanahnya yang terdampak hanya sedikit, hanya 37 meter persegi dari total lahan di sana sekitar 2500 meter persegi,"ucapnya. 

Pembangunan Fisik Terkendala Lahan

Progres Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Solo-Jogja di Kabupaten Boyolali belum terlalu signifikan.

Dari 1.053 bidang tanah di Boyolali, baru 39 persen saja yang dibebaskan.

Hal itu diungkapkan Asisten II Sekda Boyolali, Widodo Munir.

Baca juga: Uang Ganti Rugi Proyek Tol Solo-Jogja di Sawit Boyolali Macet, Warga Pasang Spanduk Protes

Baca juga: Baru Disekat Hari Ini, Jumlah Mobil di Tol Solo-Ngawi Merorot Jadi 8 Ribu, Biasanya 17 Ribu Unit

Dikatakan Widodo, pembebasan lahan untuk jalan Tol dilakukan secara bertahap.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved