Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Tegas, Kapolsek Boyolali Kota Larang Warga Terbangkan Layang-layang Raksasa: Berbahaya

Polisi bersikap tegas terkait adanya kasus layang-layang raksasa nyangkut kabel listrik di Boyolali.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa @boyolali_info
Postingan viral soal layang-layang di Boyolali. 

Video itu sempat dibanjiri komentar ratusan warganet, beberapa ada yang percaya dan ingin mengunjungi lokasi secara langsung.

Ada juga yang berkomentar bawah video itu hanya untuk konten, alias perempuan dalam video bukan benar-benar penjual siomay.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dan Bagaimana faktanya? TribunSolo.com mencoba menelusuri kebenaran video tersebut.

Ipung Wahyono, pengunggah pertama sekaligus yang mengambil video tersebut di tempat, membeberkan bagaimana kejadian di dalam video itu.

"Itu usaha punya kakak keponakannya yang biasa jualan di Girimanik. Mbaknya itu ke sana nyamperin, ikut bantuin juga," kata dia, Sabtu (23/10/2021).

Perempuan yang berada di dalam video itu, kata dia, bernama Riskya Ayu.

Dikatakannya, saat itu Riskya hanya membantu berjualan dan gerobak siomay itu bukan milik si perempuan itu sendiri.

Ia juga tak menyangka, video yang dibuatnya itu akan menjadi viral dan menjadi perbincangan warganet.

Meskipun begitu, ia tak menampik bahwa awalnya video tersebut iseng dibuat untuk keperluan konten.

"Mbak Riskya memang benar-benar bantu jualan. Tapi pas melayani pembeli nggak direkam," tandas dia.

Penjual Soto Cantik

Viral di media sosial, seorang penjual Soto yang cantik di Kabupaten Sragen. 

Video itu pertama kali diunggah di akun instagram @icws_infocegatanwilayahsragen, yang menampilkan seorang wanita cantik, yang tengah menyajikan semangkuk soto di sebuah angkringan. 

Atas unggahan tersebut, banyak warganet yang penasaran dengan sosok penjual cantik tersebut.

Suci Nawangsih (31) atau Cici, penjual soto ayu di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Suci Nawangsih (31) atau Cici, penjual soto ayu di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. (TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari)

Baca juga: Viral Luka Lebam di Tangan Adhisty Zara Jadi Sorotan, Langsung Tuai Komentar Netizen

Baca juga: Viral Aksi Ugal - ugalan Pikap Pengangkut Ayam di Sragen: Jalan Zig-zag, Langsung Ditindak Polisi 

Penjual itu bernama Suci Nawangsih (31) atau Cici, pemilik Angkringan dan Soto Ayu. 

Lokasi warung Sotonya berada di Jalan Sragen-Tangen, tepatnya di Dukuh Jonosari, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Jika dari pusat kota Sragen, menempuh perjalanan kurang lebih 20 hingga 30 menit.

Baca juga: Viral Sepeda Motor Ninja Hijau Nyungsep di Selokan Tawangmangu Karanganyar, Begini Cerita Sebenarnya

Menurut Cici, semenjak viral banyak yang ingin bertemu dengannya, karena penasaran. 

"Setelah viral banyak yang nyari penjualnya, tapi kan nggak setiap saat aku disini, aku kan juga kerja," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (8/8/2021). 

Cici menceritakan, ia merintis usaha angkringan sejak 2 minggu yang lalu.

Baca juga: Viral Maling Helm Milik Dishub di Depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ini Kata Polisi

"Kalau pelanggan lumayan banyak, kan didepan juga ada pabrik, kalau pagi sarapan disini, kan juga dipinggir jalan, ya lumayan ramai," jelasnya.

Merintis usaha di tengah pandemi, bukan hal mudah bagi Cici.

Sebelumnya, ia telah memiliki usaha lainnya, yakni jual minuman boba hingga memiliki butik baju. 

Baca juga: Viral Maling Helm Milik Dishub di Depan Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ini Kata Polisi

"Ya karena pandemi, penjualan es boba, nggak seramai dulu, waktu masih normal, kalau sekarang, beli satu gelas Rp  12.000 kan berat, kalau baju, sekarang lebih memilih online, karena kan ya sepi," ujarnya. 

"Ya angkringan inikan sebagai penopang hidup istilahnya, dengan harganya yang lebih terjangkau, masih ada pembeli yang datang," tambahnya. 

Cici menjual satu porsi soto mangkuk kecil, dengan harga Rp 3000.

Baca juga: Viral Harimau Taman Satwa Taru Jurug Kurus, Gibran Minta Maaf, Ini Penjelasan Direktur TSTJ

Selain soto, juga ada nasi kucing, dan makanan lainnya khas angkringan. 

Baru berjualan selama 2 minggu, warung Sotonya mulai menghasilkan. 

"Ya lumayan, sehari bisa dapat Rp 300 Ribu sampai Rp 400 ribu, lumayan, apalagi di masa pandemi ini," jelasnya. 

Cici tetap bersyukur, meski merintis usaha di tengah pandemi, masih bisa menopang kebutuhan sehari-hari. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved