Berita Karanganyar Terbaru

Misteri Patung Semar Raksasa di Karangpandan : Hanya untuk Keindahan, Tapi Ada yang Datang Ritual

Menurutnya bahwa kepercayaan Semar, bukan pada patungnya, melainkan beberapa orang mengilhami filosofi tokoh tersebut.

Tayang:
Penulis: Desty Luthfiani | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Desty Luthfiani
Patung Semar raksasa setinggi belasan meter di Jalan Raya Lawu-Megtan tepatnya di Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Desty Luthfiani

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tokoh pewayangan ciptaan pujangga lokal bernama Semar, tak bisa dipungkiri diistimewakan oleh sebagian orang.

Sosoknya yang kharismatik sekaligus penasihat para kesatria, menjadi panutan sebagian orang dan bahkan diwujudkan menjadi monumen patung.

Terlebih diyakini Semar merupakan tokoh Punokawan yang mempunyai watak paling bagus diantara lainnya.

Seperti adanya patung Semar raksasa setinggi belasan meter di Jalan Raya Lawu-Megtan tepatnya di Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Dari arah Solo, patung berukuran raksasa itu mencuri perhatian bagi pengendara.

Pintu masuk patung Semar raksasa setinggi belasan meter di Jalan Raya Lawu-Megtan tepatnya di Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Pintu masuk patung Semar raksasa setinggi belasan meter di Jalan Raya Lawu-Megtan tepatnya di Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. (TribunSolo.com/Desty Luthfiani)

Baca juga: Bukan di Semarang, DPD & DPC Gerindra se-Jateng Pilih Deklarasikan Prabowo Capres 2024 di Solo

Baca juga: Kedinginan di Tawangmangu ? Tenang, Mie Tante Siap Menghangatkan, Bisa Juga Bikin Lidah Bergoyang

Namun beredar kabar, ada yang menyebut hal-hal mistis adanya patung tersebut.

Usut punya usut, patung semar sendiri dahulunya milik Sugianto seorang pensiunan dari Jakarta yang kini sudah beralih tangan pada 2016 menjadi milik bos

Kawasan seluas 1,5 hektar tersebut, kini menjadi ikon Desa Salam Karangpandan.

Dari isu yang beredar, patung semar Karangpandan merupakan ikon kepercayaan Semar yang dianut oleh masyarakat Karangpandan.

Hanya saja hal itu dibantah oleh Kepala Desa Salam, Sutardi.

Menurutnya bahwa kepercayaan Semar, bukan pada patungnya, melainkan beberapa orang mengilhami filosofi tokoh tersebut.

"Bukan kepercayaan, patung Semar untuk keindahan jadi bukan tempat ritual," aku dia kepada TribunSolo.com, Jumat (29/10/2021).

"Tapi kalau untuk orang-orang yang punya tujuan seperti itu, juga ada yang pernah ke situ,” ujar dia membeberkan.

Dia menerangkan, kegiatan orang di kawasan patung itu tidak tahu maksud dan tujuannya secara jelas meskipun ada bau-bau ritual.

“Tidak tahu disembah atau apa, yang jelas bahwa meminta sesuatu jangan ke lokasi seperti itu, tetapi ke Tuhan," terang dia.

"Jadi saya tegaskan itu dibuat bukan untuk ritual,” ujarnya.

Baca juga: Jadwal Terbaru Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tahap II PPPK Guru 2021, Termasuk Jadwal Masa Sanggah

Makna Patung Semar

Pria yang akrab dengan panggilan Mbah Sauji itu menceritakan, makna patung Semar
adalah berkaitan dengan sifat rela, sabar, menerima, rajin dan berbudi luhur.

"Patungnya seperti sholat, menggambarkan bahwa puncaknya kehidupan hanya untuk Tuhan Maha Esa,” aku dia.

Terkait keberaadaan sebuah ruangan di dalam patung tersebut, menurut Sutardi merupakan sebuah perpustakaan.

“Jadi waktu itu, patung semar konsepnya di dalam ruangan akan dibuat relief babat tanah jawa. Namun, belum kesampaian sampai sekarang, sehingga dijadikan perpustakaan," jelasnya.

"Belum direalisasikan karena yang punya dulu sudah meninggal dan akhirnya dijual,” ujar dia.

Namun kini, patung Semar Karangpandan masih dalam proses pembangunan kembali.

Rencana ke depan pembangunan patung senar difokuskan untuk wisata edukasi yang dibuka untuk umum.

Wisata edukasi tersebut berupa taman dengan nuansa alam Karangpandan, akan disediakan pula beberapa hewan seperti sapi, domba dan kerbau.

Termasuk stand kuliner, baik untuk kelas menengah ke bawah atau kelas menengah ke atas.

“Kalau estimasi pembangunan wisata semar saya kurang tahu, tetapi karena dari tanah saja harganya sudah hampir Rp 40-50 miliar,” jelas dia.

“Semua perizinan itu sudah masuk ke desa. Karena bangunan itu sudah berijin untuk wisata dari pemilik pertama yang dulu tidak diurus lagi," ujar dia.

Perizinan pembangunan wisata dibolehkan karena untuk pemberdayaan masyarakat.

Nantinya pemerintah Desa Salam akan bekerja sama untuk membuka kuliner dan pusat, guna penyerapan tenaga kerja masyarakat Desa Salam. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved