Jual Pil Koplo Lewat WA ke Pelanggan Anak-Anak, Warga Blitar Ini Didatangi Polisi

Jual Pil Koplo via WA ke pelanggan anak-anak, warga Blitar ini didatangi Polisi.

Editor: Eka Fitriani
(KOMPAS.COM/HANDOUT)
Ilustrasi Narkoba 

TRIBUNSOLO.COM - Warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Lor, Kota Blitar, Hendro (36) akhirnya dicokok kepolisian karena berjualan pil double L.

Meski tidak seperti narkoba jenis sabu, obat keras seperti pil koplo alias pil double L (LL) tetap saja termasuk jenis psikotropika.

Obat ini jelas dilarang beredar bebas apalagi dikonsumsi sembarangan.

Selama berjualan, Hendro tidak pilih-pilih pembeli, semuanya dilayani, meski banyak anak-anak atau bocah yang juga menjadi pelanggannya.

Baca juga: Ngerinya Banjir Bandang di Kota Batu dan Malang, Sebanyak 15 Orang Hanyut

Baca juga: Nasib Sopir Vanessa Angel dan Bibi Kemungkinan Tersangka, Tak Pakai Rem untuk Hindari Kecelakaan

Hendro berjualan dengan cara yang sangat mudah terlacak polisi yakni dengan melayani pesanan pil double L lewat WhatsApp (WA).

Padahal para pemain serupa biasanya menjual barang haram itu secara sembunyi-sembunyi.

Hendro sepertinya tidak gentar dengan kemungkinan terlacak polisi, namun saat didatangi lalu diamankan jajaran Satnarkoba Polres Blitar, Rabu (3/11/2021) malam, ia langsung terdiam.

"Saat diamankan, ia sedang leyeh-leyeh (berbaring santai) di kursi ruang tamunya. Ia diamankan di rumahnya dengan barang-bukti 100 butir pil double L. Ia tak melawan atau menurut ketika dibawa petugas dari rumahnya," kata AKP Rokani, Kasat Narkoba Polres Blitar, Kamis (4/11/2021).

Terlacaknya Hendro memang dari pemesanan via WA dari salah satu tersangka yang diamankan sebelumnya. Dari penangkapan itu polisi mendapat informasi bahwa Hendro siap melayani orang yang belum dikenalnya sekalipun.

Bahkan tidak harus bertemu melainkan sekadar menelepon atau WA dari orang yang belum dikenalnya, Hendro langsung melayani layaknya jualan barang biasa.

Menurut Rokani, polisi sebelumnya menangkap seorang pelanggan Hendro di wilayah Kabupaten Blitar. Ternyata Hendro memang selalu kebanjiran pesannan, bahkan dalam sehari bisa melakukan transaksi sekitar 15 kali.

Dan yang keterlaluan, Hendro tidak peduli kalau yang membeli adalah anak-anak. Padahal kepolisian sedang gencar melindungi generasi muda agar tidak teler karena ditulari narkoba.

Baca juga: Viral Video Mesum 13 Detik Pelajar SMK Bali di Gubuk, Tulisan di Seragam Jadi Sorotan

Baca juga: Kakek Usia 72 Tahun Ketahuan Ngamar di Hotel, Terciduk Satpol PP Klaten 

"Dan kebanyakan para pembelinya itu masih anak-anak. Kalau dari data di HP-nya yang disita petugas, malam saat akan didatangi ke rumahnya itu, ia sudah melakukan transaksi berkali-kali," ungkapnya.

Dari keterangan yang didapatkan polisi, Hendro bisa bertransaksi beberapa kali karena beberapa hal. Pertama karena Hendro sudah memiliki pemasok tetap, yang menurut pengakuannya dari Ngawi.

Kemudian juga karena Hendro memiliki banyak teman dan kenalan, sehingga jam berapapun didatangi ke rumahnya, meski tengah malam, ia siap melayaninya. Termasuk, kepada orang yang tak dikenal pun, ia sepertinya tak pernah curiga.

Yang penting, si calon pembelinya sudah tahu WA-nya, ia anggap calon pelanggannya. Bahkan, petugas yang malam itu datang untuk menangkapnya pun juga dikira calon pembelinya sehingga langsung dibukakan pintu ketika baru mengetuk beberapa kali.

"Memang saat petugas datang, ia belum tidur dan masih memainkan HP di kursi ruang tamunya. Sepertinya, ia sedang menunggu seseorang," paparnya.

Pengakuannya, semua barang yang diedarkan itu dipasok dari Ngawi dan diantarkan di sekitaran Alun-alun Kota Blitar, di mana Hendro bisa memarkir sepeda motornya. "Tidak ada yang curiga karena orang yang datang dikira akan parkir. Harga kulakannya belum diketahui namun dijual Rp 3.500 per butir," papar Rokani.

Kini petugas masih mengembangkan terutama siapa pemasoknya. Sebab, ditengarai pemasoknya sama dengan yang memasok barang ke pengecer lainnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved