Berita Klaten Terbaru

Penampakan Bangunan Tua di Bukit Patrum Klaten, Ternyata Bekas Gudang Dinamit

Photorium Bukit Patrum menjadi pilihan objek wisata di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan Bangunan Tua di Bukit Patrum, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, Rabu (10/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Photorium Bukit Patrum menjadi pilihan objek wisata di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Selain sebagai ruang untuk melakukan selfie, di bukit tersebut terdapat bangunan kecil yang berdiri kokoh.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di lokasi, bangunan sudah lama berdiri di atas bukit tersebut.

Baca juga: Misteri Rumah Kecil di Puncak Bukit Patrum Bayat Klaten : Bukan Omah Demit, Dulu Jadi Gudang Dinamit

Baca juga: Potret Indahnya Waduk Gajah Mungkur Dilihat dari Atas Bukit Wisata Watu Cenik

Terlihat di sana terdapat batuan yang dibuat seperti tangga agar dapat melihat bangunan tersebut lebih dekat.

Meskipun begitu, tangga tersebut tidak mengarah langsung ke bangunan dan hanya berhenti di bawah bangunan.

Selain itu, tangga tersebut dibangun di sebelah bukit lainnya yang sudah terpasang tulisan yang membentuk kalimat " PHOTORIUM BUKIT PATRUM".

Baca juga: Potret Indahnya Waduk Gajah Mungkur Dilihat dari Atas Bukit Wisata Watu Cenik

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, bangunan tersebut digunakan untuk tempat penyimpanan dinamit.

Dahulu, Bukit Patrum merupakan lokasi pertambangan kapur.

Sejak tahun 2017 bukit tersebut dijadikan objek wisata.

Namun saat pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Klaten, objek wisata ditutup sementara hingga waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Sosok Johan Begin Bukit, Ayah Kandung Bams, Profesi Tak Kalah Mentereng dari Hotma Sitompul

Kepala Desa Krakitan Nurdin mengatakan, bukit dengan rumah tersebut pada awalnya menyatu.

"Bukit tersebut bisa terpisah karena alam dan tambang, dulu masih nyambung, sempat ambrol dua kali," kata Nurdin, kepada TribunSolo.com, Selasa (9/11/2021).

Nurdin mengatakan, bukit tersebut dulunya merupakan pertambangan kapur.

Pertambangan di bukit tersebut sudah ada sejak zaman Hindia Belanda.

Baca juga: Wisata Bukit Sekipan Karanganyar, Kini Hadirkan Spot Selfie Baru: New Kampung Jepang

"Batu kapur dari lokasi digunakan untuk proses pembuatan gula di PG Gondang Baru," ucap Nurdin.

Dia mengatakan, rumah kecil di atas bukit tersebut merupakan tempat penyimpanan dinamit.

Dinamit di rumah tersebut digunakan untuk meledakan bukit tersebut.

"Dulu untuk memecah batu kapur, juga untuk tempat istirahat penambang," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved