Breaking News:

Berita Solo Terbaru

UNS Lindungi 2 Mahasiswa Tersangka Tewasnya Gilang di Diklat Menwa : Ajukan Penangguhan Penahanan

Tim kuasa hukum UNS resmi mengajukan penangguhan penahanan dua mahasiswa tersangka dalam kasus tewasnya Gilang Endi Saputra di Diklatsar Menwa UNS.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Poster berisi Dicari Jagal Ambil Nyawa saat demo penuntasan kasus tewasnya GE karena diklat Menwa UNS di depan Rektorat UNS, Senin (1/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim kuasa hukum UNS atau Universitas 11 Maret Surakarta, resmi mengajukan penangguhan penahanan dua mahasiswa mereka, yang berstatus tersangka dalam kasus tewasnya Gilang Endi Saputra di Diklatsar Menwa UNS.

Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, pada Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Kasus Menwa UNS Solo, Polisi Sebut Tidak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Lain 

Baca juga: Satu Tersangka Diklatsar Maut Menwa UNS Ternyata Alumni, Baru Saja Lulus dan Wisuda: Kini Dipenjara

Ade mengatakan, surat permohonan penangguhan penahanan 2 tersangka telah diterima tim penyidik Satreskrim Polresta Solo.

"Adanya pemohon dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum UNS, dalam permohonan itu meminta untuk tidak melakukan penahanan pada 2 tersangka," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (11/11/2021).

Dua tersangka tersebut berinisial NFM (22) warga Pati dan FPJ (22) warga Wonogiri, yang telah dilakukan penahanan pada Jumat (5/11/2021).

"Dalam surat permohonan itu, FPJ penjaminya kakak iparnya, sedang NFM penjamin kakak kandungnya," katanya.

Pengajuan penahanan oleh kuasa hukum dan Lembaga Konsultasi dan Batuan Hukum Fakultas Hukum UNS.

Baca juga: Reaksi Keluarga Ternyata Gilang Tewas Akibat Kekerasan di Menwa UNS : Dada Sesak Tahu Kenyataan Itu

Mereka juga melampirkan surat penyataan diri untuk mengikuti aturan bila disetujui oleh Pihak Kepolisian Polresta Solo.

"Kemudian disertai surat pernyataan tersangka yang menyatakan mereka tidak akan melarikan diri, tidak akan melakukan tindakan pidana, tidak menyembunyikan barang bukti dan akan melakukan wajib lapor," ujarnya.

Sementara itu, Ade mengatakan, surat permohonan ini belum disetujui oleh pihak Penyidik Polresta Solo.

"Saat ini permohonan ini belum dikabulkan. Kami mempertimbangkan, masih dalam proses penyidikan yang on progress, karena adanya keterlibatan tersangka lain dalam kasus ini," ujarnya.

Saat ini kedua tersangka telah dipindahkan ke tahanan Mapolsek yang berbeda yakni Mapolsek Banjarsari dan Laweyan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved