Breaking News:

Viral

Viral Polisi Nangis-nangis Karena Ngaku Dipecat dan Dizalimi Istri, Rupanya Terjerat Banyak Kasus

Berdasarkan catatan, Bripka Abdul Tamba sudah 16 kali melakukan pelanggaran disiplin ataupun kode etik, bahkan tindak pidana.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUN MEDAN/IST
Tangkapan layar video Abdul Tamba saat menangis meraung-raung di akun Tiktok, Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Viral di media sosial, aksi Bripka Abdul Tamba, anggota Polres Langkat menangisi nasibnya.

Videonya itu viral di media sosial, usai dia mengaku dipecat dari kesatuannya.

Rupanya Bripka Abdul Tamba tak terima dipecat.

Selama ini ia merasa dizolimi akibat ulah sang istri.

Bukannya banjir simpati, 'dosa' Bripka Abdul Tamba kini malah dikuliti satu per satu.

Sebagaimana diungkapkan Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok, ia mengatakan bahwa Bripka Abdul Tamba dipecat karena terlibat berbagai kasus.

Baca juga: Oknum Polisi Dibentak-bentak Warga, Diduga Ketahuan Peras Pengendara Motor yang Tak Punya SIM

Baca juga: Pria di Gesi Sragen Ditangkap Polisi, Alasan Pinjam Mobil Tetangga untuk Kerja: Ternyata Dijual

Berdasarkan catatan, Bripka Abdul Tamba sudah 16 kali melakukan pelanggaran disiplin ataupun kode etik, bahkan tindak pidana.

Adapun pelanggaran kode etik yang dilakukan Bripka Abdul Tamba diantaranya, tahun 2010 melakukan penyekapan dan pemerasan terhadap penyalahgunaan narkoba Intan, Rafiq dan Deni Syahputra di wilkum Polresta Medan, putusan sidang disiplin/kode etik profesi Polri Nomor : Skep/26/VI/2011/Propam tanggal 14 Juni 2011.

Lalu, pelanggaran Kode Etik Profesi Polri Tahun 2009 berupa pelanggaran tindak pidana pemerasan terhadap penyalah gunaan narkoba Arga Parmanto Siagian meminta uang tebusan Rp 50 Juta agar supaya dibebaskan dan Vonis PN Medan Nomor 2.743/Pid.B/2010/PN-MDN tangga 18 November 2010 dengan pidana penjara lima bulan.

"Selanjutnya Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri Tahun 2012 berupa pelanggaran tindak pidana pemerasan terhadap penyalahguna narkoba Erwin, Hendrik Syahputra, Dedi Ari Andi Siregar, meminta uang tebusan Rp 200 Juta agar supaya dibebaskan dan vonis PN Medan Nomor 2.743/Pid.B/2010/PN-MDN tangga 18 November 2010, pidana penjara lima bulan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved