Breaking News:

Virus Corona

Era Baru Penanganan Covid-19 Dunia: Pil Pengganti Vaksin Segera Diproduksi Massal

Sejumlah negara yang termasuk dalam kesepakatan itu berada di Afrika dan Asia, mencakup sekitar 53 persen populasi dunia

Editor: Hanang Yuwono
DOK.BioNTech
Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech mengklaim kandidat vaksin covid 19 yang mereka uji 90 persen efektif bisa melawan virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM – Era baru penanganan Covid-19 di dunia.

Terobosan dilakukan perusahaan farmasi Pfizer.

Perusahaan produsen vaksin Covid-19 itu menandatangani kesepakatan yang memungkinkan produksi dan pasokan obat anti-virus Covid-19 eksperimental di puluhan negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Lansia di Boyolali Masih 60 Persen, Pemkab Sebut Bakal Ngebut

Baca juga: Di Kecamatan Ceper Klaten Vaksinasi Dosis Pertama Tembus 97 Persen: Nihil Kasus Covid-19

Perjanjian antara perusahaan AS ini dan kelompok kesehatan masyarakat internasional yang didukung PBB Medical Patent Pool (MPP) akan memungkinkan produsen memproduksi dan memasok obat generik Pfizer ini di 95 negara tanpa ancaman pelanggaran paten.

Sejumlah negara yang termasuk dalam kesepakatan itu berada di Afrika dan Asia, mencakup sekitar 53 persen populasi dunia.

“Pfizer tetap berkomitmen untuk menghadirkan terobosan ilmiah untuk membantu mengakhiri pandemi ini bagi semua orang,” kata Kepala Eksekutif Pfizer, Albert Bourla, Selasa (16/11/2021), seperti dilansir dari Al Jazeera.

“Kami percaya perawatan antivirus oral dapat memainkan peran penting dalam mengurangi keparahan infeksi Covid-19, mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan kami dan menyelamatkan nyawa,” katanya.

Pada hari yang sama, Pfizer meminta regulator di Amerika Serikat untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat pilnya.

Perusahaan itu mengatakan uji coba tahap akhir menunjukkan pil itu mengurangi kemungkinan rawat inap atau kematian bagi orang dewasa yang berisiko penyakit parah hingga 89 persen.

Disebutkan, uji coba mengevaluasi data dari 1.219 kasus positif di seluruh Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, dan Asia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved