Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Kedapatan Simpan Ribuan Psikotropika, Pria Asal Sragen Diringkus Polisi: Terancam 10 Tahun Bui

Dwi Utomo (25) diamankan Satresnarkoba Polres Sragen atas kepemilikan ribuan butir psikotropika.

Dok Polres Sragen
Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Rini Pangestuti saat menunjukkan barang bukti ribuan butir psikotropika, di Mapolres Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Dwi Utomo (25) diamankan Satresnarkoba Polres Sragen atas kepemilikan ribuan butir psikotropika.

Pria asal rampal, RT 010/002, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti mengatakan tersangka memiliki atau menyimpan 1.520 butir Trihexphenidyl.

Baca juga: Pengakuan Mahasiswi yang Dibooking Rp11 Juta Temani Oknum Polisi Pesta Narkoba, Ngaku Diberi Ekstasi

Baca juga: Sosok Aryan Khan, Putra Shah Rukh Khan yang Ditangkap Karena Narkoba, Keyakinan Sempat Dibahas Gauri

"Tersangka kita amankan beserta barang bukti, yakni satu paket ekspedisi berisi 1.520 pil Trihexphenidyl, serta 100 butir Trihexphenidyl," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (17/11/2021). 

Lanjut Rini, tersangka mendapatkan psikotropika dengan membeli melalui platform jual beli online. 

Kemudian, ribuan butir itu dikirim dalam bentuk paket, oleh salah satu ekspedisi jasa pengiriman.

Kepemilikan ribuan psikotropika itu, diketahui setelah mendapat informasi dari warga, jika salah satu rumah kos di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran sering digunakan pemuda untuk mabuk-mabukan.

Baca juga: Heboh Video Putra Shah Rukh Khan, Aryan Khan, Digerebek saat Pesta Narkoba di Kapal Pesiar

"Setelah dilakukan penyelidikan, kita dapati seorang pria yakni Dwi Utomo, dan setelah dilakukan penggeledahan terhadap kamar kos, ditemukan barang bukti tersebut," jelasnya. 

Menurut pengakuan tersangka, ribuan butir itu selanjutnya akan digunakan sendiri dan akan dijual kembali ke teman-temannya. 

"Atas perbuatannya, kita kenakan pasal 196 atau 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan," ujarnya. 

"Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," pungkasnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved