Breaking News:

Cerita dari Solo

Sejarah Karanganyar: Cerita Tentang Pertemuan Pangeran Sambernyawa & Nyi Ageng Karang di Pengasingan

Karanganyar, sebuah kabupaten yang berada di wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah yang telah berusia lebih dari seabad, lebih kurang 104 tahun.

TribunSolo.com/Fristin Sulistyowati
Bupati Juliyatmono dan sejumlah pejabatnya saat meluncurkan logo untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kabupaten Karanganyar, Jumat (1/10/2021) lalu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM - Karanganyar, sebuah kabupaten yang berada di wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah yang telah berusia lebih dari seabad, lebih kurang 104 tahun.

Diusianya itu, banyak folklore dan rekam sejarah yang mengiringi berdirinya Bumi Intanpari itu.

Karanganyar dulu sempat menjadi salah satu wilayah gerilya Raden Mas Said melawan Pemerintah Belanda selama 16 tahun, mulai dari tahun 1741 sampai 1757.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Solo Ini Wajib Dikunjungi Wisatawan saat Liburan, Ikonik dan Bersejarah

Baca juga: Sejarah Pasar Ngatpaingan, Awalnya Hanya 3 Warga yang Jualan: Kini Transaksi Capai Puluhan Juta

Dilansir dari berbagai sumber, Karanganyar dulu masih dukuh kecil, tepatnya pada tanggal 19 April 1745 atau Maulud 1670.

Nama Karanganyar, menurut cerita rakyat, dicetuskan Raden Mas Said atau dikenal dengan Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegaran I.

"Pada waktu Raden Mas Said berperang melawan Belanda selama 16 tahun, pernah bertemu dengan Nyi Ageng Karang," terang pemerhati sejarah, KRTH Hartono Wicitro Kusumo kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Jawaban Menohok David Alaba Saat Dibanding-bandingkan dengan Sergio Ramos, Ingin Cetak Sejarah Baru

Nyi Ageng Karang juga dikenal dengan nama Raden Ayu Sulbiyah, istri Pangeran Diponegoro dari Keraton Mataram di Kartasura.

Nyi Ageng Karang bertemu dengan Raden Mas Said saat sedang mengasingkan diri di hutan setelah suaminya ditangkap Belanda dan diasingkan ke Afrika Selatan.

Pertemuan itu sesuai dengan petuah yang didapatkan saat pengasingan, ia akan bertemu kesatria yang dikawal tiga pengikutnya. Kesatria itu ialah Raden Mas Said.

Baca juga: Sejarah Rowo Jombor Klaten : Kampung yang Ditenggelamkan di Zaman Penjajahan Belanda

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved