Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kampung di Solo Langganan Banjir, Pakar Tata Kota UNS : Bangunan Beton di Mana-mana, Resapan Kurang

Banjir yang selalu melanda sebuah kampung kecil bernama Todipan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo jadi pekerjaan rumah.

TribunSolo.com/Istimewa
Penampakan banjir terkini yang masuk ke permukiman di Kampung Todipan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Rabu (17/11/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Banjir yang selalu melanda sebuah kampung kecil bernama Todipan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo jadi pekerjaan rumah.

Pergantian pucuk pimpinan di Kota Bengawan dari wali kota satu ke wali kota lainnya beberapa periode seakan masih sama saja, tak ada perubahan mengatasi banjir di wilayah itu.

Bahkan terbaru, Gibran Rakabuming Raka mengaku belum mempunyai solusi yang tepat, padahal ratusan warga di sana selalu waswas saat hujan deras.

Lantas seperti apa menurut pengamat tata kota?

Pakar Perencanaan Wilayah dan Kota dari Fakultas Teknik UNS, Prof Winny Astuti mengatakan akar masalah dari banjir bukan hanya pada sungai saja.

"Masalah banjir itu sifatnya luas, sifatnya regional, jadi tidak bisa diselesaikan di titik banjir itu sendiri," ujarnya kepada TribunSolo.com, Jumat (19/11/2021).

Winny menerangkan, banjir bisa disebabkan karena kondisi sungai yang tidak bersih, dengan sedimen dan sampah yang menumpuk.

Kondisi sungai di bagian hulu yang kurang terawat dengan baik, juga menyumbang permasalahan banjir di Todipan.

Tidak hanya masalah sungai, berkurangnya area terbuka hijau serta kurangnya resapan air yang menyebabkan banjir di Todipan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved