Breaking News:

Viral

Viral Video WNA di Bali Bernyanyi Pakai Seragam Polri, Begini Tanggapan Polisi

Tanggapan polisi soal viral video warga negara asing pakai seragam polri saat rayakan Halloween.

Tangkapan layar
Seorang WN AS terlihat bernyanyi di sebuah kafe dengan menggunakan seragam polisi. 

TRIBUNSOLO.COM - Video seorang warga negara asing (WNA) menggunakan seragam polisi sambil bernyanyi di sebuah kafe viral.

Setelah viral di media sosial, ternyata WNA tersebut merupakan warga negara Amerika Serikat berinisial RLB.

Diketahui, ia bernyanyi di salah satu kafe di kawasan Sanur, Kota Denpasar.

Baca juga: Punya Suara Mirip Nike Ardilla, Gadis Ini Viral hingga Bisa Tampil di TV, Ternyata Ini Sosoknya

Baca juga: Nasib Tempat Latihan Taekwondo Jan Ethes Usai Viral : Diserbu Ratusan Orangtua, Ikut Daftarkan Anak

Rupanya, WNA tersebut mengenakan seragam polisi dalam rangka merayakan Halloween.

Hal ini diungkap Kasi Propam Polresta Denpasar Iptu Harun Budiyanto.

Rupanya, tak lama setelah video tersebut viral RLB langsung minta maaf.

Seorang WN AS terlihat bernyanyi di sebuah kafe dengan menggunakan seragam polisi.
Seorang WN AS terlihat bernyanyi di sebuah kafe dengan menggunakan seragam polisi. (Tangkapan layar)

"Pelaku telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf terkait dengan hal tersebut dan pelaku tidak bermaksud melakukan melecehkan Polri," kata Harun dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Sementara soal seragam tersebut dibeli di salah satu toko yang menjual seragam dinas Polri di Kota Denpasar.

Lebih lanjut, Harun juga telah mengumpulkan para pedagang atribut seragam Polri di Denpasar pada Kamis (18/11/2021).

"Kegiatan itu sebagai upaya pencegahan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, Kasi Propam meminta kepada para pedagang agar saat menjual atribut Polri agar lebih selektif dan teliti seperti meminta identitas KTA atau KTP bagi personel Polri," sambungnya.

Baca juga: Ternyata WNA, Ini Sosok Pemilik Modal Aplikasi Pinjaman Online Ilegal yang Baru Saja Digerebek

Baca juga: Ketika WNA China Masuk RI di Tengah Ketatnya Larangan Mudik, Pimpinan DPR: Pemerintah Nggak Peka

Pihak kepolisian pun meminta pemilik toko mencatat dan melaporkan kegiatan penjualan pakaian dinas Polri ke polres terdekat.

Hal ini sebagai antisipasi penyalahgunaan seragam agar tidak terjadi lagi.

“Apabila sewaktu-waktu ada hal yang mencurigakan kami mohon para pedagang dan pemilik toko atribut segera melakukan koordinasi atau melaporkan hal tersebut ke Sipropam Polresta Denpasar,” tandasnya.

(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved