Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Reaksi Calon Lain, saat Bhre Disebut Kandidat Kuat Raja Mangkunegaran,Tapi Adik Paundra Pilih Netral

Munculnya nama GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo saat tahlilan 100 hari wafatnya KGPAA Mangkunegara IX tak membuat calon lain kepanasan.

TribunSolo.com/Fristrin-Triwidodo
Sosok penerus Raja Mangkunegaran Solo ada GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rajasa Yamin. 

"Tidak ada yang bisa berbicara selain institusi lain selain Puro Mangkunegaran, sesui perintah dari Prameswari Dalem," katanya.

Lilik menambahkan aturan bakunya meneruskan tradisi Mataram, tahta KGPAA Mangkunegara harus laki-laki.

"Syukur-syukur putro kakung (putra laki-laki) dari Prameswari yang resmi," katanya.

Dari pernyataan ini, menegaskan mengarah pada GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan anak laki-laki pertama Prameswari resmi Mangkunegaran.

Namun itu, kembali lagi yang akan memutuskan tetap pada Prameswari Dalem dan keluarga inti, sedangkan dan keluarga Mangkunegaran lalinya sifatnya memberi masukan dan saran saja.

"Semua keputusan ada di keluarga inti, di bawah kordinat Gusti Kanjeng Putri karena masih sugeng (sehat)," katanya.

Aksi Dukung Raja Baru

Menjelang 100 hari meninggalnya KGPAA Mangkunegara IX, usulan penerus tahta Raja Ke-X mulai mengemuka.

Untuk diketahui Raja Mangkunegaran itu meninggal dunia pada 13 Agutus lalu.

Kini, barisan yang mengatasnamakan Himpunan Kawula Muda Mangkunegaran (HKMM) menyerukan GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara bisa meneruskan tahta ayahandanya.

Hal ini ditunjukkan dalam deklarasi di bawah patung Ir Soekarno (Bung Karno) yang juga kakek dari Paundra di pintu masuk Stadion Manahan Solo, Rabu (3/11/2021).

Mereka tampak mengenakan kaus serba hijau yang disablon dengan gambar Paundra dan adiknya GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Sebagian mengenakan kebaya merah hati dan dibalut batik cokelat yang khas Mangkunegaran.

Sosok penerus Raja Mangkunegaran Solo ada GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rajasa Yamin.Sosok penerus Raja Mangkunegaran Solo ada GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rajasa Yamin.
Sosok penerus Raja Mangkunegaran Solo ada GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rajasa Yamin.Sosok penerus Raja Mangkunegaran Solo ada GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rajasa Yamin. (TribunSolo.com/Fristrin-Triwidodo)

"Semoga Gusti Kanjeng Putri bersama Kerabat Pura Mangkunegaran berkenan menjadikan GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara sebagai Mangkunegara X," kata Ketua HKMM Solo, Krisna Bunga Wardani kepada TribunSolo.com.

Namun selain itu, HKMM ingin kedua putra Mangkunegara IX GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo bersatu.

Dia bergarap GPH Bhre menjadi wakil dari GPH Paundra, yakni sebagai Pangeran Prangwedana.

"GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara sebagai Mangkunegara X berdampingan dengan GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo sebagai Pangeran Prangwedana," terang dia.

Baca juga: Tak Hanya GPH Paundra & GPH Bhre,Tapi Ada Sosok KRMH Roy yang Berpeluang Jadi Raja Mangkunegaran

Baca juga: Prediksi Siapa Raja Mangkunegaran, Jatuh ke GPH Paundra atau GPH Bhre? Begini Kata Pakar Budaya UNS

Dalam aksi simpatiknya, mereka memulai deklarasi dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan membacakan surat permohonan yang ditujukan kepada prameswari Mangkunegara IX, Gusti Kanjeng Putri Prisca Marina.

"Kalau Paundra kita ingin istilahnya sebagai raja, sedangkan Bhre sebagai istilahnya perdana menteri," ujarnya.

"Karena menurut kami seharusnya digantikan anak pertama, namun keduanya memang cakap, pantas memimpin Mangkunegaran," ujarnya.

Ada Sosok Lain?

Di balik siapa penerus tahta KGPAA Mangkunegara IX, selalu ada kejutan.

Adalah KRMH Roy Rajasa Yamin yang disebut-sebut juga menjadi kandidatnya.

Tidak hanya GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo

Bahkan kini cucu dari Mohammad Yamin dan cucu KGPAA Mangkunegaran VIII itu mulai muncul ke publik.

KRMH Roy melakukan ziarah di kompleks makam tua Beteng, Dukuh Krisik, Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jumat (1/10/2021).

Sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX dan kabar lelayu resmi dari Pura Mangkunegaran.
Sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX dan kabar lelayu resmi dari Pura Mangkunegaran. (TribunSolo.com/Dok Pura Mangkunegaran)

Dimana dimakam yang sudah berdiri sejak 1780an tersebut, ada dua makam Punggowo Baku (Prajurit inti) Pangeran Sambernyawa pendiri Pura Mangkunegaran.

Yakni Joyo Mursito dan Joyo Tilarso.

Selain itu ada juga tokoh lain yang diamankan di kompleks makam yang ada di atas bukit ini.

Baca juga: Teka-teki Raja Mangkunegaran Baru, Sepeninggal KGPAA Mangkunegara IX : GPH Paundra atau GPH Bhre?

Antara lain, Ki Ageng Singoprono III, IV dan Makam Ibu Mertua dari Raja Solo PB VI, Raden Ayu Tasik Wulan. 

Nama Roy  disebut-sebut kuat untuk menggantikan Raja Pura Mangkunegaran KGPAA Mangkunegara IX yang mangkat pada Jumat, 13 Agustus silam.

Roy yang merupakan salah satu cucu memiliki kapasitas yang baik sebagai salah satu kandidat.

Baca juga: Soal Suksesi Raja Mangkunegaran, Kasunanan Surakarta: Urusan Internal, Kami Tidak Ikut Campur 

Roy sendiri merupakan putra dari Dang Rahadian Sinayangish Yamin dan GRA Retno Satuti yang merupakan putri tertua KGPAA Mangkunegara VIII.

Selain cucu Adipati Mangkunegara, Roy merupakan cucu Pahlawan Nasional Mohammad Yamin.

Meski begitu, Roy enggan menyatakan jika ziarahnya ini terkait suksesi Raja Pura Mangkunegaran.

Roy hanya menjawab bersyukur bisa sampai dimakam ini.

Baca juga: Isak Tangis Pun Pecah, saat Peti Jenazah KPGPAA Mangkunegara IX Tiba di Pura Mangkunegaran

"Alhamdulillah bisa berziarah sampe sini," ujar Roy.

Roy pun tak berkomentar banyak tentang suksesi Raja Mangkunegaran selanjutnya.

"Saat ini masih dirapatkan keluarga, terkait hal itu (Suksesi Raja)," jelasnya.

Baca juga: Misteri Jenazah Raja Mangkunegaran KGPAA Mangkunegara IX Tak Boleh Dimakamkan Sabtu, Ini Alasannya

Sedangkan terkait makam Punggowo Baku Pendiri Pura Mangkunegaran ini, Roy  merasa terharu dengan kondisi makam ini yang dirawat oleh masyarakat sekitar.

Untuk itu, kedepan dia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar makam ini dapat dijadikan destinasi wisata religi.

"Kedatangan kami ke sini mewakili keluarga Mangkunegaran. Akan komunikasi lagi, infrastrukturnya bisa diperbaiki lagi," jelasnya.

Termasuk perbaikan pagar keliling Makam Benteng yang ambrol pada bagian sisi timur akan diperbaiki supaya lebih baik lagi. 

Sementara itu, pegiat sejarah Boyolali, R Surojo mengaku bersyukur atas kunjungan pihak Pura Mangkunegaran ini.

"Ini merupakan anugerah karena dari pihak Mangkunegaran memiliki kepedulian terhadap makam Punggowo Baku di Desa Nglembu ini," imbuhnya.

Sosok KRMH Roy Rahajasa Yamin

Warga Kota Solo pastinya menanti-nant, siapa sosok yang akan menggantikan raja di Pura Mangkunegaran setelah wafatnya KGPAA Mangkunegara IX.

Jika dilihat dari silsilah pergantian Raja Mangkunegara, mulai Mangkunegara II hingga Mangkunegara IX selalu berubah sesuai dengan situasi.

Pegiat Sejarah dan Budaya Solo Raya, Surojo mengatakan suksesi Mangkunegaran tidak selalu dipegang atau turun kepada anaknya.

Artinya, beberapa keluarga keturunan Mangkunegara memiliki kesempatan untuk menjadi raja.

Baca juga: Ditanya Siapa Raja Baru Pengganti KGPAA Mangkunegara IX, Orang Dalam Pura : Sudah Dimusyawarahkan

Baca juga: Raja Baru Pura Mangkunegaran Solo Akan Diumumkan, Setelah 100 Hari Wafatnya KGPAA Mangkunegara IX

"Dalam suksesi Mangkunegaran tidak mutlak harus putra mahkota dari Mangkunegara sebelumnya," kata Surojo kepada TribunSolo.com Selasa (21/9/21).

Surojo mengatakan jika Mangkunegara merupakan sebuah kerajaan yang demokratis.

Hal ini dilihat dari pola suksesi yang terjadi sejak Mangkunegara II hingga Mangkunegara IX.

Pemilihan Raja selalu menerapakan pola situasinal sehingga tidak bisa ditebak siapa penerus raja berikutnya.

"Diawali dari Raja Mangkunegara II, itu merupakan cucu Raja Mangkunegara pertama, jadi bukan anaknya langsung," aku dia.

"Kemudian Raja Mangkunegara III dan Raja Mangkunegara IV sama-sama cucu dari Raja Mangkunegara II," kata Surojo.

Perubahan pola terjadi di suksesi Raja Mangkunegara V, yang dijabat oleh anak dari Raja Mangkunegara IV.

"Kemudian Raja Mangkunegara VI, yang menjabat adalah adik dari Raja Mangkunegara V, di sini beda lagi polanya," jelasnya.

Dan Raja Mangkunegara VII dan Raja Mangkunegara VIII sama-sama anak dari Raja Mangkunegara V.

Tetapi baru Raja Mangkunegara IX merupakan putra dari Raja Mangkunegara VIII.

Selain dua putra mahkota yakni, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo ada sosok lain.

Muncul sosok baru yang juga berpotensi menjadi calon Mangkunegara X, yakni KRMH Roy Rahajasa Yamin.

KRMH Roy Rahajasa Yamin merupakan cucu dari Mohammad Yamin dan cucu KGPAA Mangkunegaran VIII.

Baca juga: Teka-teki Batu Giling Berlubang di Masaran, Warisan Masa Lampau, Tak Ada yang Berani Memindahkannya

Baca juga: Diam-diam Dua Pangeran Sudah Ziarah ke Makam Ayahanya KGPAA Mangkunegara IX, Kini Hanya Kerabat Saja

"Beliau putra dari pasangan Dang Rahadian Sinayangish Yamin dan GRA Retno Satuti yang merupakan putri tertua KGPAA Mangkunegaran VIII," terang dia.

Pemerhati sejarah Pura Mangkunegara yang dikenal Wahyu Solo ini, mengatakan mereka semua benar-benar darah dari putra mahkota Mangkunegaran.

Ia juga mengungkapkan jika penerus akan dipilih sesuai dengan sesuai dengan kebutuhan jaman, bukan kebutuhan kelompok.

"Ada beberapa kandidat sebagai penerus tahta Pura Mangkunegara. Mereka adalah Mas Paundra, Gusti Bhre, dan KRMH Roy," kata dia.

Sudah Dibicarakan

Teka-teki siapa yang akan meneruskan tahta Raja Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX belum juga muncul ke permukanaan.

Sang raja meninggalkan dua orang putra yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Lantas siapakah dari dua orang putra itu yang akan meneruskan kepemimpinan mendiang sang ayah di Pura Mangkunegaran?

Perias keluarga kerajaan Edi Sartono, membeberkan jika siapa putra yang akan menjadi raja selanjutnya.

Sejumlah kerabat ziarah ke makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX di Astana Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Selasa (21/9/2021).
Sejumlah kerabat ziarah ke makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX di Astana Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Selasa (21/9/2021). (TribunSolo.com/Erlangga Bima)

Baca juga: Asal-usul Kampung Larangan di Sukoharjo, Pernah Diproyeksikan Jadi Gudang Senjata saat Penjajahan

Baca juga: Diam-diam Dua Pangeran Sudah Ziarah ke Makam Ayahanya KGPAA Mangkunegara IX, Kini Hanya Kerabat Saja

"Sudah dimusyawarahkan pihak keluarga, tapi untuk detail-detailnya saya tidak tahu, itu menjadi urusan kepemerintahan kerajaan," kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (21/9/2021).

Memang penerus raja menjadi teka-teki lantaran kedua putranya berasal dari dua istri yang berbeda.

Gusti Paundrakarna anak dari perkawinan Raja Mangkunegara IX dengan Sukmawati Soekarnoputri.

Sementara itu Gusti Bhre adalah anak dari perkawinannya dengan Prisca Marina Haryogi Supardi.

Lebih jauh Edi menjelaskan kapan akan diumumkannya raja yang baru penerus KGPAA Mangkunegara IX.

"Biasanya menjelang penobatan, tapi siapakah yang akan menjadi raja kita belum tahu, yang jelas keluarga sudah bermusyawarah," kata dia.

Segera Diumumkan

Sosok pengganti tahta raja sepeninggal Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX masih misteri.

Di mana hari-hari ini, merupakan 40 hari wafatnya Raja Pura Mangkunegaran.

Wedhono Satrio Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priharso Tirto Diningrat menekankan, pantang untuk dibicarakan suksesi kepemimpinan, apalagi bari 40 hari.

"Suksesi nanti dulu, karena sebelum 100 hari, kerabat keraton dipantang untuk membicarakan," ujarnya kepada TribunSolo.com usai tahlilan 40 hari KGPAA Mangkunegara IX, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Meski Penerus KGPAA Mangkunegara IX Jadi Misteri,Tapi Pakar Bocorkan Siapa yang Layak Jadi Raja Baru

Baca juga: Di Balik Proyek Patung Raksasa Raja Solo PB VI di Selo : Ada Sesajen, Berdiri Gagah di Tanah Keraton

Selain itu, misteri apakah diwajibkannya putra KGPAA Mangkunegara IX yang harus mengganti tahta, Lilik tetap bergeming.

"Jangan bicara soal itu dulu, kalau sudah 100 hari mau tanya ke saya monggo (silahkan)," ungkapnya secara singkat.

Adapun acara tahlilan 40 hari meninggalnya KGPAA Mangkunegara IX di Pura Mangkunegaran dilakukan secara terbatas pukul 19.00 WIB.

"Secara tradisi Mangkunegara, setiap 7 hari, 40 hari, 100 hari dan setelahnya setiap tanggal dan tahun akan diperingati," jelasnya.

Pantuan di lapangan, tamu undangan yang diperbolehkan masuk yakni kerabat keraton Mangkunegaran dan untuk durasi tahlilan sekitar 1 jam.

Terlihat empat anaknya yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GRAy Putri Agung Suniwati, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Hadir juga Prameswari Dalem Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX dan Sukmawati Soekarnoputri turut mengikuti tahlilan.

Baca juga: Suasana di Astana Girilayu, Jelang Pemakaman Raja Mangkunegaran Solo: Ada Karangan Bunga dari Jokowi

"Hanya kerabat keraton, tempat kami siapkan secara terbatas," aku dia.

Pengganti Raja

Siapa yang bakal menduduki kursi Raja Mangkunegaran Solo sepeninggal Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX masih teka-teki.

Dua nama pangeran, yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo paling banyak disebut sebagai suksesi di Mangkunegaran.

Pakar Budaya dan Sejarah dari UNS Solo, Tundjung W Sutirto mengatakan kedua pangeran sama-sama memiliki peluang besar menjadi Raja Mangkunegaran selanjutnya.

"Keduanya sama-sama memiliki peluang untuk jadi Raja Mangkunegaran selanjutnya," papar dia kepada TribunSolo.com, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Teka-teki Raja Mangkunegaran Baru, Sepeninggal KGPAA Mangkunegara IX : GPH Paundra atau GPH Bhre?

Baca juga: Potret Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu: Putra-putri Sang Raja Menangis

"Saya kok melihat itu nanti ada musyawarah besar di keluarga inti, termasuk pendapat permaisuri," katanya.

Saat ini, diketahui kandidat terkuat tertuju pada kedua pangeran, yang mana seperti diketahui adik dan kakak laki-laki Raja Mangkunegara IX telah meninggal dunia.

Menurut Tundjung, ada beberapa perbedaan hitungan dari kedua pangeran, salah satunya dari waktu kelahiran.

"Kalau GPH Paundrakarna lahir ketika Raja Mangkunegaran kesembilan masih jadi pangeran, sedangkan GPH Bhre lahir ketika sang ayah sudah bertahta," jelasnya.

Selain itu, Tundjung menilai, hingga kini keduanya belum terlihat kiprahnya, dalam konteks kebudayaan di Mangkunegaran.

"Selama kepemimpinan mendiang, kedua pangeran aktif dengan kegiatan masing-masing, satunya sedang melaksanakan studinya, sedangkan satunya fokus kegiatan karirnya," terangnya.

"Sehingga keduanya belum terlihat di dalam kegiatan kebudayaan, jadi masyarakat belum melihat, wah yang ini, yang akan meneruskan, itu belum terlihat," imbuh Tundjung.

Sebelumnya diketahui, di masa sekarang entitas Mangkunegaran bukan lagi untuk politik melainkan sebagai kebudayaan.

Baca juga: KGPAA Mangkunegara IX Meninggal Dunia, Gusti Moeng Harap Suksesi Penerus Tak Ada Konflik Internal

Baca juga: Fantastis! Denda Pelanggaran Prokes di Sukoharjo Tembus Rp 130 Juta, Sejam Ada 80 Orang Terjaring

Pola Suksesi di Mangkunegaran

Jika dilihat dari sejarah, tidak ada pola khusus dalam suksesi di Mangkunegaran.

Tundjung menjelaskan, sejak pergantian Raja Mangkunegara kedua hingga kesembilan selalu berubah sesuai dengan situasi.

"Memang polanya selalu berubah, diawali dari Raja Mangkunegara kedua, itu merupakan cucu Raja Mangkunegara pertama, jadi bukan anaknya langsung," paparnya.

Kemudian Raja Mangkunegara III dan Raja Mangkunegara IV sama-sama cucu dari Raja Mangkunegara II.

Perubahan pola terjadi di suksesi Raja Mangkunegara V, yang dijabat oleh anak dari Raja Mangkunegara IV.

"Kemudian Raja Mangkunegara VI, yang menjabat adalah adik dari Raja Mangkunegara V, di sini beda lagi polanya," terangnya.

Sedangkan Raja Mangkunegara VII dan Raja Mangkunegara VIII sama-sama anak dari Raja Mangkunegara V.

"Baru Raja Mangkunegara kesembilan merupakan putra dari Raja Mangkunegara kedelapan," singkatnya.

Baca juga: Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX Tertutup, Pelayat Tetap Datang ke Astana Girilayu Karanganyar

Baca juga: Potret Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu: Putra-putri Sang Raja Menangis

"Dengan pola yang situasional tersebut, tidak bisa ditebak siapa yang akan menjadi Raja selanjutnya, kita baru mengetahui setelah keluarga yang memutuskan," tambahnya.

Adapun selama ini, Mangkunegaran diketahui sebagai sebuah kerajaan yang demokratis.

Menurut Tundjung, pemilihan Raja selanjutnya, dapat dinilai dari kapabilitas calon Raja.

"Tergantung nanti siapa yang dinilai bisa mempunyai kecerdasan spiritual, emosional, bahkan juga intelektual, kalau calon memiliki kapabilitas itu, maka dipandang berbeda oleh para sesepuh," jelasnya.

"Namun yang terpenting ialah seorang Raja memiliki kecerdasan spiritual yang baik, bagaimana nantinya mencari inspirasi dan aspirasi sesuai dengan konteks jamannya, itu yang paling penting," aku dia membeberkan.

Pesan Kepada Paundra

Kepergian Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX membawa kesedihan bagi kerabat beserta keluarga Mangkunegaran.

Hal ini karena kepergian sang Raja tidak memberikan pesan khusus terhadap anak-anak.

Putra sulung KPGPAA Mangkunegara IX, GPH Paundrakarna Sukma Putra mengatakan, dirinya setahun terakhir ini jarang berkomunikasi dengan sang Raja Mangkunegaran. 

Baca juga: Ada Ritual Sebelum Menggali Makam KGPAA Mangkunegara IX: Digali dengan Hati-hati

Baca juga: Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX Tertutup, Pelayat Tetap Datang ke Astana Girilayu Karanganyar

"Setahun terakhir ada jarak, karena lagi mempersiapkan kreasi batik keris, niatnya mau buat suprise," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (15/8/2021).

Untuk itu, kenangan-kenangan semasa kecil saat SMP hingga SMA menjadi kenangan yang melekat olehnya.

"Dulu dari SMP sampai SMA beliau humoris. dan ngasih wejangan sedikit lucu yang saya ingat, selain itu jiwanya petualang," ujarnya.

Baca juga: Potret Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu: Putra-putri Sang Raja Menangis

Terkait pesen yang diberikan pada Paundrakarna, terkait pernikahannya.

"Ndra kalau mau nikah lihat pengalaman, kamu kalau nikah hidupi anak orang ojo (Jangan) main-main," ungkapnya.

Pesan Raja Kepada GPH Bhre

Kemunculan putra bungsu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX menyita perhatian publik.

Dia adalah Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Di dalam kabar lelayu resmi Pura Mangkunegaran, GPH Bhre Cakrahutomo bergelar sarjana hukum (SH).

Bahkan sosoknya tampak wira-wiri dan aktip menemui tamu yang melayat.

Di antaranya menyambut dan menemani Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka bersama ibundanya Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX.

Meski secara identitas jarang terekspos publik, tetapi di laman resmi Pura Mangkunegaran https://puromangkunegaran.com sosoknya cukup aktip dalam kegiatan.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melayat ke Pura Mangkunegaran di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kacamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (14/8/2021).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melayat ke Pura Mangkunegaran di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kacamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (14/8/2021). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Di antaranya dalam acara seminar di Pura Mengkunegaran.

Adapun ayahandanya KPGPAA Mangkunegara IX membawa kesedihan bagi keluarga.

Pasalnya, kejadian tersebut dirasa mendadak karena kondisi almarhum tidak sakit.

GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengaku kaget dengan kabar meninggalnya ayahnya tersebut karena dirinya sempat menelpon almarhum.

"Kejadiannya mendadak, kemarin saya teleponan sama bapak, masih sehat ," ucap Wira di Pura Mangkunegaran, Jum'at (13/8/2021).

Baca juga: Keluarga Besar Gelar Tahlilan dan Doa untuk KGPAA Mangkunegara IX, Diikuti Anak hingga Kerabat

Baca juga: Kagetnya Warga Sambi Boyolali, Tetangga Dikenal Jualan Online Obat Herbal, Tapi Ditangkap Densus 88

Wira mengatakan kepergian ayahandanya merupakan pukulan yang berat bagi keluarga.

"Ini kehilangan yang besar untuk Mangkunegaran, untuk keluarga," kata dia.

Lanjut, meskipun dirinya masih dirundung duka, dirinya tak ingin terlalu belarut dalam kesedihan.

Dirinya ingin melanjutkan semangat yang dilakukan ayahnya selama ini.

"Kita harus bisa melanjutkan semangat Kanjeng Gusti, melakukan yang terbaik untuk Mangkunegaran, untuk abdi-abdi bersama dengan keluarga," aku dia.

"Meneruskan semangat Kanjeng Gusti ke depannya," kata Wira.

Kemudian dia mengungkapkan pesan terakhir dari ayahnya ke keluarga.

Pesan itu berisi harapan almarhum agar dapat melanjutkan cita-cita dan semangat yang almarhum ingin capai.

"Semoga keluarga selalu bisa mengenang masa-masa indah yang sehubungan dengan Kanjeng Gusti," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved