Berita Solo Terbaru

51 Tahun Polemik Sriwedari, Ahli Waris Mengaku Lelah: Minta Pemkot Solo Beli Kompleks Sriwedari

Kompleks Sriwedari di Kecamatan Laweyan, Kota Solo terus menjadi sengketa antara ahli waris Kasunanan Surakarta dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

TribunSolo.com/Agil Tri
Ahli waris Sriwedari, H. RM. Joko Pikukuh Gunadi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kompleks Sriwedari di Kecamatan Laweyan, Kota Solo terus menjadi sengketa antara ahli waris Kasunanan Surakarta dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. 

Permasalahan kompleks Sriwedari pertama terjadi setelah ahli waris melakukan gugatan kepada Pemkot Surakarta melalui Pengadilan Negeri (Surakarta).

Menurut salah satu ahli waris, H. RM. Joko Pikukuh Gunadi, gugatan pertama dilayangkan pada tahun 1970 dengan gugatan pemilikan tanah dan bangunan.

Baca juga: Kalah Lagi Dalam Sidang Soal Sengketa Sriwedari, FX Rudy Bisikkan Ini Kepada Gibran

Baca juga: Sengketa Lahan Sriwedari, Pemkot Kalah Gugatan di Pengadilan Negeri Solo, Siapkan Langkah Banding?

"Itu sudah selesai pada tahun 1981," katanya, Senin (22/11/2021). 

Gugatan kedua dilayangkan ahli waris soal administrasi negara, dengan subjek sengketa sertifikat hak pakai, dengan tergugat BPN.  Dan sudah selasai tahun 2011.

Lalu gugatan ketiga adalah pengosongan dan perbuatan melawan hukum, yang mana surat eksekusi paksa sudah diterbitkan sebelum pandemi Covid-19.

Namun, karena adanya pandemi Covid-19 eksekusi belum dilakukan.

Baca juga: Pemkot Solo Kekeh Mempertahankan Tanah Sengketa Sriwedari, Ini Kata Kuasa Hukum Ahli Waris

Namun kini, ahli waris mempersoalkan niat Pemkot Solo yang ingin melakukan revitalisasi di kompleks Sriwedari

Pria yang akrab disapa Gunadi itu mengatakan, ahli waris sebenarnya sudah lelah terkait dengan sengketa Sriwedari yang sudah berlangsung selama 51 tahun. 

"Sebenarnya yang paling ideal, Sriwedari itu harusnya dikuasi oleh Pemkot (Solo). Tapi sebagai konsekuensinya, Pemkot harus mengakuisisi, dengan menyelesaikan haknya ahli waris," ujarnya. 

Sriwedari sendiri memiliki luas sekitar 10 hektare, dengan berbagai bangunan yang sudah berdiri seperti museum, dan stadion. 

Terkait dengan nilai pembelian kompleks Sriwedari, Gunadi mengatakan akan membuka negosiasi terkait harganya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved