Berita Persis Solo
Nilai Pasar Pemain Persis Solo Terdongkrak, Manajemen : Mereka Punya Permainan Impresif
Nilai pasar beberapa pemain Persis Solo mengalami peningkatan bersamaan dengan bergulirnya Liga 2 musim 2021/2022.
TRIBUNSOLO.COM - Nilai pasar beberapa pemain Persis Solo mengalami peningkatan bersamaan dengan bergulirnya Liga 2 musim 2021/2022.
Miftahul Hamdi menjadi salah seorang pemain yang mengalami peningkatan nilai pasar sebesar Rp 2,18 miliar.
Nilai pasar Hamdi saat bersama Bali United berada di kisaran Rp 1,3 miliar, tepatnya pada Desember 2019.
Nilai itu meningkat menjadi Rp 3,48 miliar per 16 November 2021 saat berseragam Persis Solo, menurut data Transfermarkt.
Hamdi memang menjadi andalan Eko Purdjianto untuk sektor pemain sayap. Dalam delapan pertandingan, ia selalu diturunkan.
Selain Hamdi, Muhammad Kanu juga juga mengalami peningkatan. Ia kini memiliki harga pasar lebih kurang Rp 2,61 miliar.
Baca juga: Nilai Pasar Susut Rp 3,8 M, Persis Solo Tetap Jadi Klub Paling Berharga, Dewa United & PSIM Lewat
Baca juga: Pasoepati Geruduk Mess Persis Solo, Kompak Pakai Kostum Merah, Ngotot Minta Eko Purdjianto Dipecat
Peningkatan nilai pasar itu disambut baik manajemen Persis Solo.
Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona menuturkan itu memperlihatkan beberapa pemain bermain impresif.
"Kita tidak tahu indikator apa yang digunakan untuk penilaian nominal pemain, tapi kalau ada peningkatan harga berarti beberapa pemain dinilai punya permainan impresif," ucapnya kepada TribunSolo.com.
Meski beberapa pemain mengalami peningkatan, sejumlah pemain Persis Solo ada yang mengalami penurunan.
Diantaranya, Irfan Bachdim, Abduh Lestaluhu, dan Sandi Sute.
Irfan merupakan amunisi baru yang didatangkan Persis Solo menjelang putaran kedua Liga 2.
Nilai pasar Irfan menurun lebih kurang Rp 430 juta. Saat berseragam PSS Sleman, ia memiliki nilai pasar Rp 2,17 miliar.
Namun, saat memutuskan bergabung dengan klub milik Kaesang Pangarep, nilai pasar Irfan menjadi Rp 1,74 miliar.
Sementara nilai pasar Abduh juga turun dari sebelumnya Rp 4,35 miliar menjadi Rp 3,91 miliar.
Nilai pasar Sandi Sute pun mengalami penurunan sebesar Rp 430 juta dari Rp 3,04 miliar menjadi Rp 2,61 miliar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/selebrasi-rivaldi-bawuo.jpg)