Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Tanggul Sungai Bengawan Solo di Desa Pilang Sragen Ambrol, Warga Khawatir Banjir Datang Tiba-tiba

Tanggul Sungai Bengawan Solo di Dukuh Wirorejan, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen ambrol, Kamis (18/11/2021) lalu.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Petugas BBWSBS saat meninjau tanggul sungai Bengawan Solo yang ambrol di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen, Jumat (19/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Tanggul Sungai Bengawan Solo di Dukuh Wirorejan, Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen ambrol, Kamis (18/11/2021) lalu.

Tanggul yang dibangun pada tahun 2008 itu, ambrol karena erosi tanah di bawah sungai.

Jebolnya Tanggul, membuat 120 keluarga di RT 22 dan RT 23 terancam banjir, saat air meluap.

Baca juga: Kampung di Solo Langganan Banjir, Pakar Tata Kota UNS : Bangunan Beton di Mana-mana, Resapan Kurang

Baca juga: Update Banjir Solo : Total Ada 121 Rumah di Todipan Purwosari yang Kebanjiran, Warga Belum Mengungsi

Kini, untuk mengurangi dampak banjir, telah dibangun tanggul sementara yakni berupa tumpukan karung berisi pasir.

Tanggul disebut dibangun dengan ketinggian sekitar 1,5 meter.

Warga sekitar, Suharni (43) mengatakan ia mengaku was-was meski sudah dibangun tanggul sementara.

"Ya meski sudah ditanggul pakai pasir, tetap was-was juga, kalau sewaktu-waktu banjir," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (22/11/2021). 

Sebelumnya, sekitar tahun 2008, pernah terjadi banjir besar di Dukuh Wirorejan, yang berhadapan langsung dengan sungai terbesar dan terpanjang di pulau Jawa itu.

Baca juga: BREAKING NEWS : Lagi-lagi Banjir Kembali Datang di Todipan Purwosari Solo, Puluhan Rumah Terendam

Suharni menuturkan dulu tiba-tiba terjadi banjir, dengan ketinggian hampir sepinggang orang dewasa. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved