Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Bicara Soal Sanksi PT RUM, DLH Sukoharjo Sebut Kewenangan Pemerintah Pusat

Kewenangan pengawasan dan pemberian sanksi PT RUM hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah Pusat. 

TribunSolo.com/Agil Tri
PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang terletak di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo memilliki kurang lebih 2.500 orang karyawan, Senin (25/11/2019). 

Surat peringatan itu dilayangkan, untuk menindaklanjuti aduan dari masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo pada Senin (10/11/2021).

Baca juga: Dedi Mulyadi & KLHK Sidak Limbah PT RUM Sukoharjo, Emak-emak : Jangan Menyenangkan Sebentar Saja

Baca juga: Sidak Aliran Limbah PT RUM di Nguter Sukoharjo, Tim Temukan Kebocoran Limbah Cair

"Isi suratnya untuk meminta PT RUM memperbaiki pipanya, dan membatasi produksi 80 ton per hari," kata Agustinus Setiyono, Selasa (23/11/2021).

"Jika masih bau, Bupati meminta untuk menghentikan sementara," imbuhnya.

Curhatan Warga Nguter 

Sejumlah perwakilan warga terdampak limbah PT RUM menyampaikan unek-unek kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi bersama tim dari Kementerian Lingkungan Hidup melakukan sidak dialiran pembuangan limbah PT RUM di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Selasa (23/11/2021).

Menurut salah satu warga Herman, warga telah mencium bau limbah PT RUM sejak empat tahun terakhir.

Meski berbagai protes sudah diutarakan, namun bau limbah dari pabrik rayon itu tetap dicium warga.

"Pipanya bau dan sering bocor. Hampir setiap hari mencium bau busuk," katanya.

Baca juga: Tribunnews dan BI Solo : Sepakat Mengawal Tren Ekonomi di Solo Raya dari Segala Sektor

Baca juga: Setelah Viral Adu Mulut Lawan Mahasiswa, Dedi Mulyadi Kini Curi Perhatian Lagi saat ke Sukoharjo

"Pipanya putus sudah 4 bulan. Diperbaiki, patah lagi," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved