Breaking News:

Virus Corona

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, IDI Ingatkan Pemerintah soal Ketersediaan Obat dan Tabung Oksigen

IDI berharap ada koordinasi yang baik antara pusat dan daerah untuk mengatur strategi, dimana obat dan tabung oksigen sangat diperlukan.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
ILUSTRASI - Tabung oksigen dari Bank Indonesia yang tiba di Balaikota Solo pada Senin (2/8/2021) 

TRIBUNSOLO.COM - Indonesia saat ini mewaspadai adanya gelombang ketiga Covid-19.

Berkaca pada kasus beberapa bulan lalu,  Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terpilih Adib Khumaidi menyatakan, tenaga kesehatan lebih siap.

Adib pun meminta pemerintah menjaga ketersedian obat dan alat kesehatan.

Antara lain seperti tabung oksigen dalam mendukung kesiapsiagaan tenaga kesehatan.

Baca juga: Tetap Waspada, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Menggeliat Lagi, Hari Ini Tambah 451 Kasus Baru

Baca juga: Beredar Kabar Ada Guru di Wonogiri Positif Covid-19, Bupati Jekek: Belum Terima Laporan Resmi

"Bagaimana ketersediaan obat dan alkes harus tetap dijaga. Sekarang kita menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Saya yakin teman-teman di lapangan, di daerah banyak melakukan upaya, belajar dari kejadian bulan Januari, bulan Juli kemarin (lonjakan kasus kemarin)," ungkap dia dalam Dialog Semangat Selasa KCPEN, Selasa (23/11/2021).

IDI berharap ada koordinasi yang baik antara pusat dan daerah untuk mengatur strategi, dimana obat dan tabung oksigen sangat diperlukan.

Selain itu, persiapan di rumah sakit juga terus dilakukan, termasuk menyiapkan kembali ruangan atau tempat tidur untuk pasien Covid-19.

"Ini harus dilakukan sehingga kita akan siap kalau ada lonjakan, tapi mudah-mudahan tidak terjadi," imbuhnya, dikutip dari Tribunnews.com.

Diketahui, selain penerapan PPKM Level 3 pada saat libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah bersama Satgas Covid-19 juga mengantisipasi potensi kenaikan kasus melalui berbagai strategi kebijakan.

Beberapa strategi tersebut di antaranya:

Pertama, larangan cuti atau libur bagi ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN maupun swasta selama libur akhir tahun.

Kedua, pembatasan pergerakan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain.

Nantinya penyesuaian syarat bepergian akan diatur dalam Surat Edaran Satgas maupun Kementerian Perhubungan.

Ketiga, pengetatan penerapan protokol kesehatan pada kegiatan masyarakat di seluruh fasilitas publik.

Keempat, pengawasan penerapan kebijakan pengendalian sampai ke tingkat komunitas beserta pendisiplinan di lapangan secara langsung. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved