Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Beredar Pesan WA Berantai Bupati Klaten Sri Mulyani Minta Sumbangan, Pemkab Pastikan Penipuan

Sebuah pesan WhatsApp penggalangan dana dengan modus mengaku sebagai Bupati Klaten Sri Mulyani, beredar secara berantai melalui aplikasi WhatsApp

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Aji Bramastra
Cetak Layar
Cetak layar dari pesan WA penipuan berkedok Bupati Klaten Sri Mulyani minta sumbangan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN -  Sebuah pesan WhatsApp penggalangan dana dengan modus mengaku sebagai Bupati Klaten Sri Mulyani, beredar secara berantai melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

Akun pengirim pesan WhatsApp tersebut memasang foto Sri Mulyani sebagai foto profil.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Klaten Sri Mulyani Sebut Tak Ada Sidak Dinas: Mau Halal Bihalal

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, laporan pesan permintaan sumbangan itu diterima oleh petugas admin pengaduan Maturibu Klaten, Rabu (24/11/2021). 

Pesan menggunakan aplikasi WhatsApp atau WA itu mengaku sebagai Sri Mulyani, Bupati Klaten.  

Pengirim menuliskan Sri Mulyani sedang akan menggalang dana untuk yayasan dan pondok pesantren. 

"Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan Ibu Hj Sri Mulyani selaku Bupati Klaten. saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apakah benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan," tulis akun WhatsApp nomor 0813-3321-XXXX.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Klaten, Amin Mustofa menyatakan nomor dan pesan tersebut bukan Bupati Klaten.

"Ada nomor WA yang menggunakan foto profil beliau (Bupati Klaten Sri Mulyani)," ucap Amin, kepada TribunSolo.com, Rabu (24/11/3021).

Hingga saat ini nomor tersebut telah berganti foto profil dan nama menjadi Hj Irna Narulita.

Amin mengatakan kontak tersebut mengirim pesan adalah salah satu pengasuh pondok pesantren yang ada di Kecamatan Wonosari Klaten.

Namun dia menuturkan hingga saat ini tidak ada yang menjadi korban dari nomor tersebut.

Meskipun begitu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

“Jika masyarakat masih menemukan pesan tersebut, segera melapor kepada camat, kepala desa atau aparat keamanan terdekat, ”imbaunya

"Pemerintah Kabupaten Klaten akan berkordinasi dengan aparat terkait untuk tindaklanjut kasus ini," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved