Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Terbongkar, Tengkulak Sragen Ungkap Untung Bisnis Anjing untuk Rica-rica Guguk: Raup Jutaan Rupiah

GTS (40) warga Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen menjalankan bisnis yang tak main-main.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Pelaku saat menunjukkan truk yang digunakan untuk mengangkut anjing yang akan diperjual belikan sebagai kebutuhan konsumsi, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - GTS (40) warga Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen menjalankan bisnis yang tak main-main.

Ia menjalani profesi sebagai penyuplai anjing untuk warung-warung makan di wilayah Solo Raya yang menjual menu berbahan daging anjing, seperti rica-rica.

Dalam sekali antar, GTS mampu membawa puluhan ekor anjing yang dia dapatkan dari daerah Jawa Barat menggunakan truk miliknya.

Baca juga: Tengkulak Anjing Asal Sragen Ditangkap Polisi Sukoharjo, Ketahuan Jual untuk Rica-rica Guguk

Baca juga: Pemilik Canon Justru Minta Maaf atas Kematian Anjingnya, Kini Dukung Wisata Halal di Aceh Singkil

Namun, pada Rabu (24/11/2021) lalu, aksinya dipergoki oleh Polisi saat akan mengantarkan anjing ke pembeli di wilayah Kartasura, Sukoharjo.

Ia ditangkap karena membawa anjing dari daerah yang diduga belum terbebas dari penyakit anjing rabies. Lebih lagi, GTS tidak mampu menunjukkan dokumen kesehatan hewan yang dibawanya.

"Sudah lebih dari lima kali membawa anjing kesini, semuanya dari daerah Jawa Barat," kata GTS, saat dihadapkan dalam jumpa pers, Kamis (25/11/2021).

Dari pengakuannya, rata-rata satu ekor anjing ia beli dengan harga kisaran Rp 300 ribu, tergantung besar kecilnya ukuran anjing tersebut.

Baca juga: Kisah Haru Kesetiaan 6 Anjing di BSD, Setia Jaga Jenazah Pemiliknya yang Meninggal saat Isoman

Sesampainya di pembeli, anjing tersebut dia jual dengan takaran per kilogram, yakni Rp 34 ribu. Dari harga itu, per ekor anjing dia mendapatkan keuntungan sampai Rp 50 ribu.

Sehingga apabila pengantaran terakhir dia membawa 51 anjing, keuntungan yang didapatkannya mencapai Rp 2.500.000.

Parahnya, dia mengaku telah mengetahui aturan tentang pelarangan daging anjing untuk dikonsumsi.

"Sudah tahu, tapi bukan di daerah Sukoharjo. Pernah tahu ada berita kasus seperti ini juga tapi di daerah Kulon Progo," aku dia.

Sementara itu, dia mengaku baru beberapa bulan ini menjalani aksinya sebagai penyuplai anjing. Bahkan pernah dalam satu pengantaran dia membawa lebih dari 80 ekor anjing lokal dengan truk miliknya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved