Liga Inggris
Alasan Ralf Rangnick Pilih Pemain Cerdas: Permainan Bisa Cepat, Jika Pikiran Lebih Cepat dari Kaki
Dibawah pelatih Ralf Rangnick permainan Setan Merah bakal dirombak total. Pola permainan klub raksasa Liga Inggris bakal berubah
TRIBUNSOLO.COM- Dibawah pelatih Ralf Rangnick permainan Setan Merah bakal dirombak total.
Pola permainan klub raksasa Liga Inggris, Manchester United diyakini bakal banyak yang berubah.
Baca juga: Sebelum Ralf Rangnick Merapat ke Man United, Banyak Klub yang Memantau Sepak Terjangnya
Baca juga: Lebih Banyak Diterpa Cedera, Diogo Dalot Ungkap Alasan Tetap Bertahan Bela Man United
Baca juga: Roy Keane Kecam Selebrasi Maguire Saat Inggris Melawan Albania: Itu Memalukan, Dia Aib Man United!
Apalagi, pelatih asal Jerman yang juga kerap beralih peran sebagai direktur sepak bola itu dijuluki sebagai peneroka atau pionir gaya gegenpressing.
Sesuai namanya, metode ini mengimplementasikan pressing ketat terhadap musuh bukan cuma saat menguasai, tapi juga ketika kehilangan bola.
Sistem ini menekan lawan dengan intensitas tinggi sampai tak memiliki celah atau ruang gerak, sehingga membutuhkan kualitas fisik dan teknik sangat prima.
Di atas itu semua, Rangnick menuntut para pemainnya bisa berpikir cepat dan mengambil keputusan dalam sepersekian detik ketika menguasai bola atau kehilangan bola.
Makanya, dalam sebuah interview dengan The Coaches' Voice beberapa tahun lalu, Sang Profesor - demikian julukannya - lebih memilih pemain 'cerdas' daripada hanya mengandalkan skill individu dan kecepatan lari.
"Jika Anda ingin meningkatkan kecepatan permainan, Anda harus mengembangkan pikiran yang lebih cepat daripada kaki," imbuhnya.
Dalam keterangan lanjutan, metode ala Rangnick ialah mengenai bagaimana mengendalikan permainan, bukan sekadar menguasai bola.
"(Yang pertama) Sebagai pelatih, Anda harus memiliki ide bagaimana tim ingin bermain ketika kita menguasai bola," ujarnya.
"Nomor dua adalah, apa yang ingin kita lakukan jika lawan merebut bola?"
"Gameplan seperti apa yang saya berikan kepada pemain saat tim lain mendapatkan bola?"
"Ide kami jelas. Ini sangat serupa dengan kolega saya, Juergen Klopp."
"Sepak bola kami adalah heavy metal, rock and roll."
"Bukan (dansa) wals yang pelan. Kami benci operan persegi dan back-pass," imbuh pria berkacamata ini.
Kemudian apa prinsip permainan berikutnya?
"Kami memiliki momen transisi, apa yang terjadi ketika kami kehilangan bola dan apa yang akan terjadi jika kami memenangi bola? Inilah nomor tiga dan empat," ujar Rangnick.
"Selanjutnya (kelima), tentu saja, kami memiliki set-piece. Ini sangat penting."
"Jika 30 persen gol dicetak melalui bola mati, berapa persentase dari waktu berlatih yang harus kami asah untuk set-piece? Juga 30 persen," tuturnya, tatkala masih bertugas di bawah institusi Red Bull.
Inti dari prinsip kepelatihan Ralf Rangnick sepertinya bakal diterapkan pula untuk Manchester United.
Jadi, siap-siap saja Cristiano Ronaldo cs menggeber kondisi fisik lebih gila.
Nantinya, para striker ini menjadi benteng pertahanan terdepan di lapangan dengan langsung berupaya memulihkan penguasaan bola di area musuh.
"Taktik ini tentang membuat tim lain berada di bawah tekanan. Di manapun bola berada, kami mencoba untuk memenanginya kembali," kata pria yang berjasa mengantar Schalke nembus semifinal Liga Champions 2010-2011 ini.
Kamis (25/11/2021) waktu setempat, ramai beredar kabar bahwa Ralf Rangnick disiapkan mengisi pos pelatih interim Manchester United sampai akhir musim ini.
Kemudian dia akan beralih fungsi dengan peran sebagai konsultan di klub, sedangkan tugas kepelatihan diserahkan kepada pelatih tetap yang baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ralf-rangnick-fhdfhht.jpg)