Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Pendapat Pengamat Sejarah Soal Pola Suksesi Mangkunegaran: Bisa Situasional

Suksesi di Pura Mangkunegaran masih menjadi pembicaraan hangat saat ini. Saat ini ada tiga nama yang muncul.

TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Diskusi 'Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran. Wahyu Keprabon untuk Siapa? Jumat (26/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Suksesi di Pura Mangkunegaran masih menjadi pembicaraan hangat saat ini. 

Saat ini ada tiga nama yang muncul yakni putra KGPAA Mangkunegara IX GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, serta cucu Raja Mangkunegara VIII yakni KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Pengamat Sejarah, Raden Surojo mengatakan, melihat rekaman sejarah pola suksesi di Pura Mangkunegaran berbeda jauh dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Baca juga: Reaksi Calon Lain, saat Bhre Disebut Kandidat Kuat Raja Mangkunegaran,Tapi Adik Paundra Pilih Netral

Baca juga: Pakai Kaos 1923, Calon Raja Pura Mangkunegaran GPH Bhre Nonton Langsung Pesta Gol Persis Solo

Di mana di keraton, harus sesuai garis keturunan raja secara langsung. Sementara di Pura Mangkunegaran tidak menganut pola keturunan secara langsung.

"Suksesi di Mangkunegaran sesuai pada realita yang dihadapi. Yakni pola situasional. Bukan karena keturunan, bukan seperti Keraton Surakarta dengan pola garis (keturunan) langsung," ungkap dia saat diskusi 'Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran. Wahyu Keprabon untuk Siapa?, Jumat (26/11/2021).

"Yang penting tidak meninggalkan tradisi keturunan Adipati Mangkunegara. Bisa putra, ponakan dan adik, atau cucu. Dewan Pinisipuh dan Punggowo Baku punya hak untuk memilihnya. Paling tidak memberi penilaian kapabilitas calon tersebut yang layak menjadi Raja Mangkunegaran X," jelasnya.

Dia mencontohkan, saat pergantian atau suksesi Raja Mangkunegaran I ke Pura Mangkunegaran II, bukan langsung putra raja.

Baca juga: Info Vaksinasi di Solo : Kini Giliran Para Penyintas Covid-19, Jalani Vaksin di Pura Mangkunegaran

Bahkan paling mencolok adalah saat suksesi Mangkunegaran 5 ke Raja Mangkunegaran 6.

Saat itu pemilihan juga situasional, karena Mangkunegaran 6 adalah anak Mangkunegaran ke IV.

Pasalnya selain jiwa militer, tetapi dikenal sosok yang sangat mumpuni secara manajerial dan pebisnis hebat kala itu.

"Mangkunegaran II bukan putra Raja Mangkunegara I. Suksesi sangat rasional. Mangkunegara 6 dilantik menduduki jabatan tatkala pada masa Mangkunegara 5 dilanda krisis ekonomi. Saat itu Raja Mangkunegara IV merintis industri (sangat maju), seorang kepala pemerintahan dan enterprenuer hebat," terang dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved