Sosok AKBP Dermawan yang Dikeroyok Oknum Ormas PP, Dulu Sempat Viral di Twitter Gegara Pegang Ular
Sosok AKBP Dermawan Karosekali yang menjadi korban pengeroyokan saat bertugas mengamankan aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR.
Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
TRIBUNSOLO.COM - Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali, menjadi korban pengeroyokan oknum Pemuda Pancasila (PP).
Ia menjadi korban pengeroyokan saat bertugas mengamankan aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (25/11/2021).
Akibat pengeroyokan AKBP Dermawan Karosekali mengalami luka-luka.
"Bukan robekan di perut, tapi trauma kena benturan.
Memang trauma di perut," kata Kepala Bidang Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Komisaris Besar dr Yayok Witarto, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Antar Anjing untuk Rica-rica Guguk, Pria Asal Sragen Ditangkap Polisi: Tak Ada Dokumen Kesehatan
Baca juga: Tengkulak Anjing Asal Sragen Ditangkap Polisi Sukoharjo, Ketahuan Jual untuk Rica-rica Guguk
Terelpas dari masalah tersebut, AKBP Dermawan Karosekali pernah menjadi Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara sebelumnya.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Jakarta Pusat.
Sayangnya belum banyak informasi mengenai AKBP Dermawan Karosekali.
Pada Oktober 2021 lalu, Dermawan pernah tergabung dalam tim yang merazia Holywings V Tebet.
Dikutip dari Tribunnews, ada 200 hingga 250 orang berada di Holywings saat Dermawan melakukan razia.
Banyak dari ratusan orang tersebut tak mengenakan masker dan mengabaikan protokol kesehatan.
Selain itu, sosok AKBP Dermawan Karosekali juga pernah menjadi perbincangan warganet Twitter pada Februari 2020 silam.
Hal ini berawal saat AKBP Dermawan Karosekali memegang ular hidup sementara ia melaporkan situasi banjir di Jakarta.
Dilansir dari TribunStyle, aksinya terekam dalam video yang diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro.
Di sisi lain, ketika masih menjabat sebagai Kapolsek Jatiuwung, Dermawan Karosekali pernah menjadi bapak asuh bagi anak punk di wilayah tempatnya dinas.
Alasannya agar anak-anak punk tersebut tidak kehilangan arah.
"Mereka harus ada yang memperhatikan harus ada yang peduli, sehingga mereka bisa berubah dan berguna bagi orang banyak," ujar Dermawan kepada Warta Kota di Jatiuwung pada Selasa (29/12/2015).
Bahkan setiap Selasa sore, ia mengumpulkan anak-anak punk dan diberi pembinaan.
Diketahui, ormas PP menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI untuk menuntut permintaan maaf dari politikus PDIP, Junimart Girsang, atas pernyataannya yang menyebut Pemuda Pancasila sebagai ormas yang kerap terlibat bentrok.
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengky Haryadi marah mengetahui soal serangan tersebut.
"Perwira kami, AKBP dikeroyok, luka-luka. Apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari?
Melawan kami yang mengamankan rekan-rekan sekalian. Melawan kami, mengeroyok kami, yang mengawal rekan-rekan sekalian," ucapnya.
Lebih lanjut, Hengky pun meminta koordinator aksi bertanggung jawab atas pengeroyokoan tersebut.
Baca juga: Ingat Pria Dihabisi Pakai Pedang karena Asmara di Jogonalan Klaten? Besok Polisi Gelar Rekontruksi
"Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan (oknum), jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum.
Kami yang melayani rekan-rekan, mengamankan, justru dipukuli dikeroyok.
Anggota kami luka-luka, apakah kami tadi keras sama Anda atau menghalangi kegiatan saudara?
Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan," tegasnya.
Tak butuh waktu lama, sebanyak 21 oknum PP telah diamankan dan 15 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/78uyjhnv2711.jpg)