Mengenal Fenomena Nadir Kabah yang Terjadi Hari Ini, Waktu Meluruskan Arah Kiblat

Nadir Kabah adalah fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di titik terbawah (nadir) saat tengah malam.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Fenomena alam Nadir Kabah terjadi pada hari ini, Senin (29/11/2021).

Seperti diketahui, Nadir Kabah adalah fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di nadir (titik terbawah) saat tengah malam bagi pengamat yang berlokasi di Kabah.

Karena bentuk Bumi bulat, maka Matahari akan berada tepat di atas titik antipode Kabah (titik yang terletak di belahan Bumi yang berlawanan terhadap Kabah) ketika tengah hari.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ungkap Alasan Tiap Tidur Selalu Miring Arah Kiblat, Ingat Cerita Masa Lalu

Baca juga: Pengukuran Arah Kiblat, Masjid Hadiah Pangeran UEA untuk Jokowi di Solo Mirip Grand Mosque Abu Dhabi

Sehingga, ujung bayangan Matahari yang mengalami pagi, siang, dan sore akan mengarah ke kiblat.

Fenomena ini dimanfaatkan untuk menentukan arah kiblat.

Sebelumnya, Nadir Kabah terjadi pada pukul 00.09 Waktu Arab Saudi, atau pada pukul 06.09 WIT, atau 04.09 WIB dini hari tadi.

Dilansir dari situs resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena Nadir Kabah terjadi dua kali dalam setahun.

Tahun ini, Nadir Kabah sudah terjadi pada 13 Januari 2021 pukul 00.29 Waktu Arab Saudi (06.29 WIT).

Dan hari ini, 29 November 2021 pukul 00.09 Waktu Arab Saudi (06.09 WIT).

Dilansir dari Tribunnews, ada tiga cara untuk mengukur arah kiblat.

Namun sebelum melakukan pengukuran arah kiblat, pastikan tiga hal berikut ini:

  • Tegak Lurus (tongkat maupun bandul diletakkan tegak lurus permukaan bumi);
  • Rata (tempat meletakkan benda maupun jatuhnya bayangan Matahari harus rata);
  • Tepat Waktu (penunjuk waktu harus terkalibrasi dengan baik dan pengukuran dilakukan pada waktu yang ditentukan).

Meskipun demikian, pengukuran dapat dilakukan 40 menit sebelum dan sesudah waktu yang ditentukan dengan toleransi 1/2 derajat jika cuaca kurang mendukung.

Penggunaan Nadir Kabah dalam meluruskan arah kiblat hanya dapat digunakan bagi wilayah ketika Matahari berada di atas ufuk:

1. Provinsi Maluku (kecuali Pulau Buru)

2. Provinsi Papua Barat

3. Provinsi Papua

4. Timor Leste (kecuali distrik Oecussi)

5. Papua Nugini

6. Selandia Baru

7. Sebagian besar Australia

8. Negara-negara di Oseania

9. Amerika Serikat

10. Sebagian besar Kanada

11. Amerika Tengah

12. Amerika Selatan

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved