Viral

Fakta di Balik Viral Remaja Perempuan di Ambon Dianiaya, Pelaku Masih di Bawah Umur dan Motif Dendam

Terungkap penyebab remaja perempuan di Ambon dianiaya, gara-gara pelaku dendam pada korban.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Tangkap layar via Kompas.com
Viral seorang perempuan di Ambon dianiaya seorang wanita hingga babak belur. 

TRIBUNSOLO.COM - Video yang memperlihatkan remaja perempuan dianiaya viral di media sosial.

Dalam video pelaku tampak mengenakan baju kaos warna abu-abu dan celana panjang berwarna hitam berulang kali memukuli bagian kepala dan wajah korban.

Pelaku bahkan menjambak dan menarik rambut korban dan membanting korban ke aspal.

Baca juga: Viral Oknum Polisi Baku Hantam dengan Anggota TNI di Ambon, Berawal dari Pelanggaran Lalu Lintas

Baca juga: Viral Polantas Minta Uang di Tol Tanjung Priok, Klarifikasi Polda Metro Jaya Ungkap Nasib Si Oknum

Diketahui, korban berinisial TSL (20), sedangkan pelakunya berinisial DFK (16).

Setelah viral, anggota Polsek Sirimau mengungkap penyebab aksi kekerasan tersebut.

Rupanya pelaku nekat menganiaya korban karena dipicu dendam lama.

Viral seorang perempuan di Ambon dianiaya seorang wanita hingga babak belur.
Viral seorang perempuan di Ambon dianiaya seorang wanita hingga babak belur. (Tangkap layar)

Kapolsek Sirimau AKP Mustafa Kamal mengatakan masalah antara korban dan pelaku telah terjadi pada 2019.

Diketahui, masalah tersebut berawal kata-kata tak pantas yang dilontarkan korban kepada pelaku.

Sejak saat itulah pelaku menyimpan dendam.

Sayangnya, Mustafa tidak menjelaskan secara rinci apa yang dilontarkan korban hingga membuat pelaku dendam.

"Korban pernah mengatakan kata kasar ke pelaku pada 2019 lalu, hal itu membuat pelaku dendam," terangnya dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Setelah kejadian itu, pelaku dan korban masih berkomunikasi lewat aplikasi pesan WhatsApp.

Hingga puncaknya, korban dan pelaku saling tantang dan bertemu di Lapangan Hatukau, Galunggung, Ambon.

"Lalu mereka saling baku tantang dan janiian ketemu di tempat kejadian, kemudian terjadilah kasus (penganiayaan) itu," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved