Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Air Kali Jenes Merah, Pemkot Solo Cek Fasilitas IPAL, Temukan Pelanggaran Sanksi Tegas Menanti

Pemkot Solo akan mengecek fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan aliran sungai Kali Jenes, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

TribunSolo.com / Dok Forum Jogo Kali Bengawan
Kali Jenes anak Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, kembali terlihat memerah, Kamis (2/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemkot Solo akan mengecek fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan aliran sungai Kali Jenes, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Itu menyusul warna air Kali Jenes berubah jadi merah diduga akibat limbah industri batik dan printing yang ada di kawasan tersebut.

"Akan kami tinjau pasti itu limbah dari industri batik kalau ndak printing," ujar Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa kepada Tribunsolo.com, Jumat (3/11/2021).

Lanjut Teguh, pelanggaran pembuangan limbah di sungai tersebut telah berlangsung beberapa kali, sejal dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Solo pada tahun 2014-2015.

Baca juga: Menyedihkan, Enam Sungai yang Mengelilingi Klaten Sudah Tercemar, Paling Parah Sudah Tercampur Kimia

Baca juga: Blusukan ke Sungai Bengawan Solo, DPW PKS Jateng Temukan Sungai Sudah Tercemar  : Ayo Kita Peduli

"Sebetulnya dari Dinas Lingkungan Hidup sudah membuat IPAL, tapi seharusnya dari setiap pabrik satu IPAL sehingga saat air itu keluar sudah tidak berwarna dan berbau," ujarnya.

Rencananya setelah nantinya dilakukan peninjauan tersebut ditemukan pelanggaran pembuangan, Maka akan diberikan sanksi tegas.

"Kita akan koordinasi dulu, dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan, apakah mereka membuat itu (IPAL), kalau enggak akan kita fasilitasi," ujarnya.

Wacana fasilitas pembuatan IPAL tersebut, Teguh beralasan satu solusi yang perlu diambil sebelum pencemaran lebih parah.

"Pabriknya dimana, buangnya dimana kita harus fasilitas itu, kalau enggak mau membersihkan darimana ? Kalau airnya naik makin bahaya juga," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved