Breaking News:

Berita Persis Solo

Gaduh Dokter Tim Gadungan, Persis Solo Pastikan Dokter Iwan Terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia

Pesepakbolaan Indonesia digegerkan dengan adanya dokter gadungan alias palsu di internal klub Liga 1, PSS Sleman.

TribunSolo.com / Official Persis Solo TV
Tangkapan Layar : Dokter Tim Persis Solo, Iwan Wahyu Utomo 

TRIBUNSOLO.COM - Pesepakbolaan Indonesia digegerkan dengan adanya dokter gadungan alias palsu di internal klub Liga 1, PSS Sleman.

Dokter palsu itu bernama Elwizan Aminnudin. Ia diketahui menggunakan ijazah kedokteran palsu.

Amin, sapaan akrabnya, diyakini tidak terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Hal yang tambah bikin geleng-geleng kepala, ia sudah malang melintang di klub-klub Liga 1.

Madura United, Bali United, dan Barito Putra menjadi klub yang pernah disinggahinya selain PSS Sleman.

Bahkan, Amin, sapaan akrabnya, juga pernah jadi bagian dokter timnas Indonesia U-16 dan U-19. Ia pun kini telah dilaporkan PSS Sleman ke pihak berwajib.

Kasus itu pun memunculkan tanya kredibilitas dan kualifikasi dokter tim klub di Liga Indonesia, termasuk Liga 2.

Baca juga: Main Bareng Persis Solo, Performa Fabiano Beltrame Bikin Bali United & Arema FC Ngiler

Baca juga: Iqbal Al Ghuzat & Kaesang Sudah Saling Follow IG, Pindah ke Persis Solo Bukan Isapan Jempol ?

Persis Solo, misalnya, saat ini menunjuk Iwan Wahyu Utomo menjadi dokter tim klub.

Nah, bagaimana kualifikasi dan kredibilitas dokter Iwan?

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona pun menjawab.

"(Dokter Iwan) sudah terdaftar di KKI," terang Media Officer Persis Solo, Bryan kepada TribunSolo.com.

Dari penelusuran TribunSolo.com, nama dokter tersebut memang sudah terdaftar dengan nama Richardus Iwan Wahyu Utomo, menurut laman KKI.go.id.

Data dalam laman itu ditetapkan pada 21 Juni 2019 dengan masa berlaku sampai 19 Juli 2019.

"Dokter Iwan kan sebelumnya juga sudah pernah tergabung di skuad Persis, jadi bukan sosok baru juga," ucap Bryan.

"Beliau juga praktek di Rumah Sakit di Boyolali, jadi saya rasa rekam jejaknya jelas," tambahnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved