Dirut Baru PLN Siap Lanjutkan Transformasi dan Atasi Oversupply Listrik, Ini Strateginya

Tiga strategi utama Darmawan Prasodjo yang akan dijalankan PLN untuk mengatasi kelebihan pasokan listrik (oversupply).

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Dok.Tribunsolo.com
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo akan melanjutkan transformasi di segala lini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan sehingga dapat mendongkrak perekonomian nasional.

Hal ini menjadi salah satu amanat pemerintah kepada Darmawan Prasodjo saat dilantik sebagai nakhoda PLN.

"Tadi kami sudah mendapat perintah langsung dari Pak Menteri BUMN. Pak Erick memberi arahan untuk melanjutkan transformasi PLN," kata Darmawan Prasodjo, saat berbicang dengan awak media, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Menurut Darmawan Prasodjo, PLN akan memperkokoh fondasi yang sudah diletakkan oleh Dirut PLN sebelumnya Zulkifli Zaini, yaitu transformasi korporasi di segala lini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (Dok.Tribunsolo.com)

"Kami sepenuh hati akan menjalankan arahan Bapak Presiden, kebijakan strategis yg diberikan oleh Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan, dengan meneruskan program yang telah dijalankan oleh BoD PLN di bawah kepemimpinan Pak Zulkifili Zaini yang luar biasa," kata pria yang pernah menjabat sebagai Komisaris PLN pada 2018-2019 ini.

Sejak April 2020, PLN menjalankan program Transformasi sebagai langkah penting perusahaan, melalui 4 pilar yakni Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. Restrukturisasi korporasi juga akan terus dijalankan agar perusahaan semakin lincah dalam menghadapi tantangan.

Darmawan Prasodjo mengungkapkan, tranformasi dilatar belakangi arahan Presiden Jokowi dan kebijakan Pemerintah dalam mengelola secara optimal cadangan daya, mempersiapkan transisi energi, menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19.

Dalam transisi energi ini, tantangan sektor ketenagalistrikan akan menjadi semakin kompleks dan dituntut melakukannya tanpa membebani APBN dan masyarakat. Sehingga target Net Zero Emission pada 2060 seperti yang dicanangkan pemerintah mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

Untuk menunjang target tersebut, pemerintah telah mengesahkan RUPTL 2021-2030 yang memperioritaskan penggunaan pembangkit berbasis EBT sebesar 51 persen.

"Ini tugas khusus, masa transisi ini harus berjalan dengan smooth. investasi, inovasi, teknologi, dan kolaborasi akan kita galakkan. Tentunya sesuai dengan arahan Presiden, proses transisi juga jangan membebani APBN," ujar lulusan program Post Doctoral di Nicholas Institute Duke University, Amerika Serikat ini.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved