Ini Persemaian BPDASHL Solo di Karanganyar : Unik, Hanya Bawa KTP, Bisa Bawa Pulang 25 Bibit Pohon

BPDASH Solo membagikan bibit pohon kepada masyarakat di Persemaian Permanen BPDAS Solo di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.

TribunSolo.com
Penampakan Persemaian Permanen di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
 
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pembangunan di setiap daerah kini sudah berkembanng.
 
Perkembangan yang dimaksud yaitu secara fisik, ekonomi, serta sosial budaya.
 
Namun terkadang pembangunan tersebut tetap mempertimbangkan keseimbangan dengan alam.
 
Oleh karena itu, pemerintah berupaya agar keseimbangan alam tetap terjaga hingga saat ini.
 
Melalui Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo membagikan bibit pohon kepada masyarakat di Persemaian Permanen BPDAS Solo di  Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

Baca juga: Cegah Bencana Alam, BPDASHL Solo Hijaukan Lahan Lanud Adi Soemarmo dengan Tanam Bibit Pohon

Kepala Seksi Evaluasi BPDASHL Solo, Eka Widiyastutik mengatakan pembagian bibit pohon kepada masyarakat sudah mulai sejak tahun 2012.
 
"Setiap tahun, dalam satu memproduksi bibit kurang lebih 1 juta batang," kata Eka kepada TribunSolo.com, Selasa (7/12/2021).
 
Lanjut, Eka mengatakan  Persemaian Permanen di Jumantono, Karanganyar di bawah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Solo (BPDASHL Solo).
 
Dia menuturkan hingga Desember 2021, sudah lebih dari 900 ribu bibit yg telah dibagikan.
 
Kemudian ia mengatakan bibit-bibit yang dibagikan kepada masyarakat yaitu tanaman kayu, tanaman Multi Purpose Tree Spesies/ tanaman buah, tanaman pelestari sumber daya air, serta bibit tanaman penghijauan.

Baca juga: Tourism Great Sale 2021, Cara Pemkab Karanganyar Rangsang Geliat Wisata: Ada Diskon Sampai 50 Persen

"Kami menyediakan bibit gratis untuk bisa diambil masyarakat dengan syarat copy KTP untuk 25 batang bibit pohon,"
 
Ia menjelaskan untuk masyarakat meminta sekitar 100-5000 batang bisa mengajukan surat.
 
Kemudian jika ada masyarakat yang meminta lebih 5 ribu batang, maka dilakukan verifikasi.
 
"Bantuan bibit gratis sebagai upaya  peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan lingkungan maupun pengembangan hutan rakyat," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved