Liga Champions

Momen 2000 Terulang, Mimpi Barcelona di Liga Champions Kandas, Digeprek Bayern Munchen 3 - 0

Nasib kurang mujur dialami Barcelona. Alih-alih meraih poin penuh, skuad asuhan Xavi malah digebuk Bayern Munchen.

Penulis: Tribun Network | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / AFP
Suasana setelah laga Bayern Munchen vs Barcelona di Allianz Arena. (Sven Hoppe/DPA/AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Nasib kurang mujur dialami Barcelona. Alih-alih meraih poin penuh, skuad asuhan Xavi malah digebuk Bayern Munchen.

Blaugrana tak berkutik gawang mereka kebobolan tiga gol melalui Leroy Sane, Thomas Muller dan Jamal Musala.

Muller menjadi pembuka kesengsaraan Barcelona. Itu bermula dari pergerakan Robert Lewandowski yang memberikan umpan lambung ke Muller.

Muller menyambutnya dengan sundulan. Gawang Barcelona terkoyak pada menit ke - 34.

Setelah Muller, giliran Sane yang mencetak gol. Gol itu menjadi sorotan dalam laga tersebut.

Ia mendapat bola umpan dari Kingsley Coman dan melepas tembakan kaki kiri keras 35 meter ke gawang Barcelona.

Marc-Andre Ter Stegen melakukan kesalahan fatal.

Penyelamatannya tak sempurna dan membuat bola memantul dari lengannya. Itu membuat gawang Barcelona terkoyak pada menit ke - 43.

Baca juga: Kejutan Ralf Rangnick, Beri Debut Tom Heaton Dalam Laga MU vs Young Boys, Fans Riuh di Twitter

Baca juga: Tabrak Papak Iklan Old Trafford, Aaron Wan-Bissaka Ditandu, Ralf Rangnick Was-was

Barcelona benar - benar dihancurkan Munchen. Jamal menjadi penutup kesengsaraan malam itu.

Ia berhasil memaksimalkan umpan balik Alphonso Davies untuk melesakan gol ketiga Munchen. Munchen berhak atas kemenangan 3 - 0 dari Barcelona.

Di tengah kemenangan itu, Lewandowski tampak jengkel setelah gagal menambah pundi-pundi golnya.

Barcelona pun mendapatkan mimpi buruk. Tak hanya tersingkir, raihan mereka benar-benar buruk.

Hanya mencetak dua gol dan kebobolan sembilan kali di Liga Champions, menurut The Sun.

Barcelona terakhir kali gagal melaju ke 16 besar Liga Champions adalah medio 2000/2001. Musim itu, Xavi masih jadi pemain di bawah arahan Pep Guardiola.

Barcelona saat itu satu grup bersama AC Milan, Besiktas, dan Leeds United.

AC Milan keluar jadi pemuncak klasemen dengan Leeds berada di posisi kedua. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved