Breaking News:

OJK: Edukasi dan Literasi adalah Kunci Mencapai Kesejahteraan Keuangan yang Berkelanjutan

Bibit adalah aplikasi reksa dana untuk membantu investor pemula mulai berinvestasi dan mencapai tujuan finansial mereka tanpa biaya komisi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Mardon Widiyanto
Dok. Humas Bibit.id
Acara webinar “Investasi di Tahun 2022: Edukasi dan Literasi adalah Kunci” yang dihelat oleh Tribun Network bekerjasama dengan Bibit.id, aplikasi investasi reksa dana untuk pemula. 

TRIBUNSOLO.COM - Dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025, disebutkan bahwa yang menjadi visinya adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki indeks literasi keuangan yang tinggi sehingga dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan.

Terkait hal ini, Yulianta, Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan bahwa dalam praktiknya, OJK turut membangun dan meningkatkan aliansi strategis dalam pelaksanaan program literasi dan edukasi keuangan.

Baca juga: Simak 5 Tips dari OJK : Cara Mengajukan Keringanan Kredit Bank dan Leasing

Baca juga: Tribunnews dan OJK Kota Solo Saling Bersinergi untuk Edukasi Bahaya Pinjol dan Inventasi Ilegal

“Dalam pelaksanaan program peningkatan literasi keuangan, OJK menggunakan pendekatan sasaran. Kelompok-kelompok yang disasar sangat beragam, termasuk UMKM, pelajar, mahasiswa, pemuda, perempuan, dan juga teman-teman kita yang difabel. Ini dimaksudkan agar akses dan literasi keuangan menjadi sesuatu yang inklusif. Selain itu, OJK juga menggunakan pendekatan metode pelaksanaan secara online dan offline agar jangkauannya semakin luas,” kata Yulianta dalam acara webinar “Investasi di Tahun 2022: Edukasi dan Literasi adalah Kunci” yang dihelat oleh Tribun Network bekerjasama dengan Bibit.id, aplikasi investasi reksa dana untuk pemula.

Menurut Yulianta, saat ini OJK juga telah memiliki strategi digitalisasi edukasi keuangan dan strategi penguatan kebijakan edukasi keuangan.

OJK telah bekerjasama dengan 43 stasiun radio di 35 kota serta bekerjasama dengan para influencer untuk menjangkau masyarakat.

Selain itu, terdapat materi edukasi dalam RUUP2SK dan POJK Literasi dan Inklusi Keuangan.

Di sisi lain, Lead PR & Communication Bibit.id, William, mengatakan bahwa Bibit 100% sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Yulianta.

Selama tahun 2021, Bibit telah melaksanakan lebih dari 80 sesi edukasi publik dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk terus mengingatkan pengguna dan masyarakat akan pentingnya berinvestasi di platform/produk yang telah mendapatkan lisensi dari OJK sehingga semua orang berkesempatan untuk berinvestasi dengan cara-cara yang benar dalam rangka membangun masa depan keuangan yang lebih baik.

Acara webinar “Investasi di Tahun 2022: Edukasi dan Literasi adalah Kunci” yang dihelat oleh Tribun Network bekerjasama dengan Bibit.id, aplikasi investasi reksa dana untuk pemula.
Acara webinar “Investasi di Tahun 2022: Edukasi dan Literasi adalah Kunci” yang dihelat oleh Tribun Network bekerjasama dengan Bibit.id, aplikasi investasi reksa dana untuk pemula. (Dok. Humas Bibit.id)

“Kami berterima kasih kepada OJK, teman-teman akademisi, dan para praktisi yang selalu berjalan bersama kami dalam mengedukasi masyarakat Indonesia agar bisa berinvestasi dengan benar. Jerat dan godaan investasi bodong yang selalu mengiming-imingi masyarakat serta memberikan jalan pintas menuju kekayaan adalah sesuatu yang perlu kita lawan bersama. Jangan sampai lebih banyak lagi masyarakat yang menjadi korban,” kata William.

William mengingatkan, di samping memiliki tujuan keuangan yang hendak dicapai, masyarakat juga perlu diingatkan untuk konsisten dalam berinvestasi.

“Di Bibit, kami juga menyediakan fitur Nabung Rutin agar para pengguna tidak lupa berinvestasi secara konsisten pada tanggal-tanggal yang telah mereka tentukan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Oktofa Yudha Sudrajad, Ph.D., dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, menjelaskan berbagai macam kelas aset dan risikonya serta upaya-upaya yang dilakukan oleh universitas dalam rangka meningkatkan literasi keuangan mahasiswa/i.

“Di universitas kami sudah terdapat program studi Keuangan dengan berbagai mata kuliah yang relevan dengan pasar modal dan wealth management. Selain itu, kami juga melakukan kerjasama institusi, misalnya dengan Bank Indonesia, OJK, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kerjasama ini diperlukan karena meningkatkan literasi keuangan merupakan pekerjaan rumah kita bersama, baik itu regulator, akademisi maupun pelaku industri,” kata Oktofa.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved