Pria Pengangguran di Sumedang Tega Aniaya Kekasihnya Hingga Babak Belur, Tersangka Ngaku Cemburu

Seorang pria pengangguran di Sumedang ini aniaya kekasihnya hingga babak belur karena cemburu.

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
Sodahead
Ilustrasi pemukulan. 

TRIBUNSOLO.COM -  Seorang pria  berinisial DR (24) di Sumedang, Jawa Barat tega menganiaya kekasihnya berinisial IAZ (22) warga Wado, Sumedang.

IAZ (22) mengalami penganiayaan pada Senin dan Selasa, 13-14 Desember 2021.

Korban yang diketahui berstatus mahasiswa tersebut dianiaya di dua lokasi berbeda oleh pelaku yang merupakan seorang pengangguran.

Tak terima dianiaya, korban melaporkan kejadian tersebut hingga akhirnya kepolisian pun menangkap pelaku kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Baca juga: Polisi Sebut Ada Dugaan Penganiayaan Kasus Mahasiswa UNS GE, Tapi Belum Ada Penetapan Tersangka 

Baca juga: Babak Baru Kasus Penganiayaan M Kece, Polisi Sebut Ada Eks Petinggi FPI yang Terlibat, Siapakah Dia?

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto mengatakan lokasi pertama penganiayaan terjadi di Jalan Raya Panyingkiran, Kelurahan Situ, Senin (13/12/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kemudian, kata Eko, insiden penganiayaan kedua terjadi di kediaman pelaku pada Selasa (14/12/2021) sekira pukul 01.00 WIB.

Menurut Eko kejadian bermula saat korban mendatangi pelaku dan terlibat cekcok mulut.

"Setelah itu pelaku melakukan pemukulan ke arah wajah korban berulang kali hingga korban tersungkur," kata Eko di Mapolres Sumedang, Rabu (15/11/2021) pagi.

Setelah itu, korban dibawa ke rumah pelaku.

Di rumah pelaku, korban kembali mendapatkan penganiayaan.

"Di rumah pelaku, korban kembali dianiaya," kata ujarnya.

Penganiayaan tersebut diketahui dilatarbelakangi rasa cemburu.

"Mereka pasangan kekasih dan aksi nekat itu dilakukan pelaku karena terbakar cemburu, " ucapnya.

Baca juga: Isi Surat Irjen Napoleon soal Penganiayaan Muhammad Kece: Saya Bersumpah Lakukan Tindakan Terukur

Baca juga: Dicari: Pelaku Penganiayaan Dua Pemuda Anggota PSHT di Kartasura Sukoharjo 

Kapolres menyebutkan, pelaku dapat ditangkap Satreskrim Polres Sumedang kurang dari 24 jam.

Kemudian, kata Eko, setelah dilakukan dilakukan tes urine, yang bersangkutan juga positif menggunakan obat psikotropika golongan I merek Riklona Clonazepam.

"Pelaku ini positif menggunakan obat psikotropika. Kami masih mendalami kasus ini," ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat (1), (2) KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved