Breaking News:

Menggali Potensi Antidiabetes GABA pada Tanaman Lokal Indonesia Melalui Riset Hewan Coba

Tingginya tingkat kejadian diabetes dan bahaya diabetes akibat komplikasi, menjadi latar belakang utama perlunya dilakukan riset tentang diabetes. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
DOK.PRIBADI via TRIBUNSOLO.COM
Dosen sekaligus peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Meti Indrowati, S.Si.,M.Si. 

TRIBUNSOLO.COM -- Belakangan ini, riset diabetes menjadi salah satu riset yang urgen untuk dilakukan.

Diabetes telah menjadi masalah kesehatan dunia dengan jumlah kejadian yang terus meningkat.

Tingginya tingkat kejadian diabetes dan bahaya diabetes akibat komplikasi, menjadi latar belakang utama perlunya dilakukan riset tentang diabetes. 

Diabetes digolongkan sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM) oleh Depkes dan telah menjadi masalah kesehatan secara global maupun lokal. Tingkat kejadian diabetes menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan adanya kenaikan prevalensi diabetes yaitu 6,9 % pada tahun 2013, naik menjadi 8,5% pada tahun 2018. 

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh untuk Mencegah Diabetes, Dapat Diminum Saat Malam Hari

Baca juga: Sosok Hendarti, Warga Boyolali yang Olah Singkong Menjadi Mie: Cocok untuk  Penderita Diabetes

Diabetes juga termasuk dalam  lima penyebab utama beban penyakit di Indonesia selain stroke, ischemic hearth disease, neonatal disorders dan tuberkulosis (Balitbangkes, 2019). 

Urgensi riset diabetes merupakan poin pertama yang disampaikan oleh dosen sekaligus peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr. Meti Indrowati, S.Si.,M.Si.

Materi disampaikan di hadapan kurang lebih 160 peserta webinar Serie 2 yang diselenggarkan oleh Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI) wilayah Jawa Tengah, Selasa (7/12/2021).  

Webinar digelar secara  virtual dengan mengangkat tema "Potensi Tanaman Lokal Indonesia sebagai Antidiabetes".   Pada kesempatan tersebut, secara khusus Meti memaparkan topik “Kajian Riset Diabetes Hewan Coba dan GABA”.

Perkembangan riset terapi diabetes menunjukkan adanya satu senyawa aktif yaitu Gamma Amino Butyric Acid atau GABA yang diketahui memiliki potensi sebagai antidiabetes.  Senyawa aktif GABA merupakan senyawa yang dapat disintesis oleh tumbuhan serta hewan. 

Pada manusia dan Mammalia lain , GABA merupakan merupakan neurotransmiter utama sistem saraf pusat, berperan sebagai sinaps inhibitor dengan menginduksi reseptor GABAA sehingga menyebabkan hiperpolarisasi membran pascasinaps.  Selain pada sistem saraf pusat, GABA juga terdapat dalam konsentrasi tinggi pada sel b pankreas bersama insulin. 

Hasil-hasil penelitian yang telah dilaporkan menunjukkan GABA pankreas memiliki keterkaitan dengan diabetes dalam hal menjaga kondisi homeostasis glukosa serta melibatkan insulin dan glukagon dalam regulasinya.

Penggunaan GABA murni sebagai antidiabetes belum lazim dilakukan karena berbagai kemungkinan efek sampingnya.  Minimalisir efek samping dari pemanfaatan GABA sebagai antidiabetes dimungkinkan dengan pemberian bersamaan dengan senyawa lain yang punya efek sinergis bersama GABA. 

Salah satu alternatif pengembangan studi GABA diabetes, adalah dengan pengkajian potensi bahan alam mengandung GABA untuk antidiabetes.  Senyawa aktif yang kompleks dalam bahan alam dimungkinkan memiliki efek sinergis bersama GABA sebagai antidiabetes.

Menurut laporan WHO World Health Organization, sekitar 80

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved