Berita Klaten Terbaru

Meski Banjir Surut, Warga Juwiring Pilih Tinggal Sementara di Balai Desa, Takut Sungai Meluap Lagi

Sejumlah warga memilih di pungungsian meski banjir yang meremdam rumah di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten sudah menyusut.

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Warga memilih di pungungsian di balai desa Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jumat (17/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sejumlah warga memilih di pungungsian meski banjir yang meremdam rumah di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten sudah menyusut.

Banjir tersebut datang tiba-tiba saat warga akan terlelap tidur pada Kamis (17/12/2021) malam hingga menyusut pada Jumat (18/12/2021) pagi.

Dari pantauan TribunSolo.com, sebagian warga telah kembali dan melakukan aktifitas seperti biasa.

Namun saat ini, sebanyak 20 orang yang terdiri dari lansia, ibu hamil dan anak-anak masih tinggal di pengungsian di balai desa.

Mereka yang tinggal karena merasa lebih aman apabila tetap di pengungsian.

Warga, Sarmi (70) menceritakan saat terjadi banjir, saat itu dia sedang berada di rumah.

"Airnya tinggi, sampai naik ke ranjang, kursi hampir hanyut, terus diikat biar enggak hanyut," terang dia kepada TribunSolo.com.

Saat banjir menerjang rumahnya, Sarmi sempat terendam, dan semua perabotan dinaikkan ke atas agar tidak kerendam.

"Karena keadaan badan, sudah enggak kuat. Soalnya dingin mau ngungsi tempat tetangga, air juga sudah tinggi," jelas dia.

"Terus akhirnya dijemput (dengan perahu) lalu di gendong dan dibawa kesini (kantor kepala desa)," kata Sarmi.

Warga lain Abdul Wahab juga menjadi korban banjir akibat meluapnya sungai Buntung.

Baca juga: Dua Kecamatan di Klaten Banjir, Seratusan Warga Mengungsi: Terparah Desa Carikan & Kingkang

Baca juga: Presiden Jokowi dan Iriana Pulang ke Rumahnya di Sumber Solo, Langsung Ziarah ke Makam Ibundanya

Abdul menjelaskan bahwa luapan sungai Buntung diduga akibat dari penyempitan sungai yang terjadi sudah lama.

"Sudah lama penyempitan itu, sudah pernah dikeruk, bahkan belum ada sebulan," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved