Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Sepanjang 2021, Ada 5 Orang di Solo Meninggal Dunia karena DBD 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo mencatat ada 33 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2021 ini.

TribunSolo.com/Adi Surya
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih saat jumpa pers di kantor DKK Solo, Selasa (24/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo mencatat ada 33 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2021 ini.

Kasus tersebut ditemukan merata di setiap Kecamatan di Kota Solo

Kepala Dinkes Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, kasus terbanyak terjadi di Mojosongo.

Baca juga: Musim Hujan, Kasus Demam Berdarah Solo Berpotensi Naik, Dinkes : Ingat 3M, Jangan Ada Genangan Air

Baca juga: Penyebab Meninggalnya Mantan Suami Nita Thalia, Sempat Berjuang Lawan Covid-19 dan Demam Berdarah

"Tahun ini ada 33 kasus DBD, 5 di antaranya meninggal dunia," katanya, Senin (20/12/2021).

Untuk mengantisipasi penyebaran kasus DBD, upaya sosisalisasi terus dilakukan baik oleh Nakes maupun Kader Masyarakat Sehat. 

Selain itu juga melakukan penyelidikan epidemiologi, penanggulangan fokus di daerah terjangkit, penyediaan logistik abate dan insektisida.

"Upaya paling efektif tetap dengan PSN dan menjaga pola hidup sehat. Terlebih ini kan musim penghujan," ujarnya.

Baca juga: Daftar Sebaran Setiap Kecamatan, Kasus Demam Berdarah di Sukoharjo yang Diklaim Turun Tahun Ini

Dia mengatakan, upaya fogging hanya dilakukan saat ada index kasus. 

"Fogging itu zat kimia, jika dilakukan secara asal-asal, akan membuat nyamuk menjadi resisten," ucapnya. 

Dikatakan, gejala yang dialami oleh penderita DBD diantaranya adalah demam, mual, muncul bintik-bintik merah di lengan, nyeri otot ataupun sendi, dan sakit kepala.

Baca juga: Ketum Partai NasDem Surya Paloh Positif Covid-19, Sempat Dikabarkan Sakit Demam Berdarah

Dia berpesan, apabila timbul gejala DBD, diharapkan segera melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan setempat supaya tidak terjadi keterlambatan penanganan.

Karena, penyakit DBD bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, Ning juga mengingatkan sejumlah penyakit yang biasa terjadi saat musim penghujan seperti diare dan Leptospirosis. (*)
 
 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved